Artikel
14 Maret 2016 | 11:44 wib Home » Artikel » Detail

Kopdar Komunitas Kreatif PKS Jateng

Curahan Hati Sang Relawan di Kopdar Komunitas Kreatif PKS Jateng

image

Sebuah perjalanan dalam mengukir perdaban dari kota Tawangmangu bertepat 14-15 Maret 2016 kemarin. Kesejukan di kota ini menginspirasi sepanjang mata memandang. Bentangan alam dari sudut mata melihatnya. Aduhai, membuncahkan dada, melepas segala keletihan,  kegalauan dan serasa di syurga dunia. Lihatlah ketika kabut mulai menyapa pagi-diiringi sang surya yang mulai mempersiapkan diri untuk memberikan ribuan kisah di kota ini.

Anggaplah sebagai spirit pagi bagi siapa saja yang pertama kalinya merasakan kesejukan, keheningan dan alunan burung yang mengepakan sayapnya untuk menyaksikan keindahan Sang Maha Pencipta.

Bersyukur bisa berada di tempat ini walaupun harus rela berjalan kaki dari villa menuju Hotel BIP. “Katanya relawan ya kudu rela!!” kata salah seorang bapak separuh baya.

Iya, rela menunggu mendapatkan kamar dan rela berjalan kaki.

Setidaknya ada rasa berbeda, rasa ketika menorehkan cerita di tempat ini. Sebuah keindahan dari nikmatnya menapakkan kaki. Dataran tanah yang tinggi dan sepanjang perjalanan kami melangkah dihiasi lumut-harus berjalan lebih hati-hati. Di sepanjang bibir jalan dengan bangunan yang kokoh sebagai pemanis tempat ini.

 Bagaimana tidak berdecak kagum menyaksikan keindahan langit tersenyum lembut, mengiringi langkah kami. Mengiringi ribuan manusia yang tengah menatap masa depan, mengiringi ribuan pengharapan untuk sebuah kebaikan di negara Indonesia. Aduhai, nikmatnya melangkahkan kaki di tempat ini, setidaknya diberi kesempatan untuk mentadaburi alam-betapa keagungan Sang Pencipta.

Lihatlah, bagaikan lautan manusia. Mereka mempunyai ribuan harapan, harapan untuk dapat memberikan sesuap nasi bagi keluarga dan harapan untuk memberikan masa depan yang lebih baik untuk sang buah hati.

Beberapa bapak-bapak paruh baya tampak sangar dengan jaket kulit hitam- berdiri dengan menolehkan pandangan kekanan dan sesekali ke kiri. Entahlah, tak tau apa yang tengah dirasakannya. Sesekali tersenyum tipis dengan susunan gigi yang lumayan rapi. Tak tau apakah ini senyum bahagia, atau hanya sekedar menarik perhatian penumpang agar menaiki roda duanya. Mungkin dengan kaca mata hitamnya, dia mampu menyembunyikan kegelisahan di hati. Gelisah jika tak dapat penumpang atau mungkin sekedar melindungi mata dari debu-debu yang merusak.

Kaki ini masih melangkah hingga di Pasar Pariwisata Tawangmangu. Disambut ribuan bunga yang mengoda mata. Beragam variasi jenis dan warna-tersusun rapi. Bagaimana tidak memikat pengunjung dengan harga yang terjangkau. Mulai dari RP 5000,- hingga Rp.70.000 (untuk bunga anggrek bulan), memang anggrek masih setia dengan harganya yang memukau. Namun, tidak ada masalah bagi mereka yang mengoleksi sebagai tanaman hias.

Hingga akhirnya kami memutuskan untuk mencari buah tangan. Beribu oleh-oleh terpampang rapi- sepertinya mereka berteriak agak segera di beli. Ada kripik bayam dengan harga Rp.10.000 dapat tiga bungkus, kripik pare Rp 10.000, kripik jahe Rp 4000, kripik ubi pelangi Rp 5000 dan masih banyak lainnya.

Seorang nenek beralaskan sandal duduk dengan menawarkan ubi. Kami mendekati dan tentunya disambut ramah.

Sepertinya kota ini terkenal dengan ubi nya. Sayangnya, kehadiran kami saat harga ubi memang sedang naik. Meskipun dapat potongan harga 1000 setidaknya lumayan bagi penawar pemula. Kami masih melangkahkan kaki menatap disetiap penjual yang menawarkan dagangannya.

“Moggo, pisangnya.”

“Monggo, tahunya.”

Sayangnya hanya senyum merekah dan anggukan kepala yang sering kami lontarkan. Kecewa.

Betapa pasang mata menatap kami dengan senyum menyungging. Tampak gagah memegang kamera DSRL dan co-card bertuliskan KOPDAR Komunitas Kreatif  PKS yang menggelantung di leher.

Disambut seorang ibu yang menawarkan ubi ungu dan madu. Sepertinya kota ini terkenal dengan ubi nya. Sayangnya, kehadiran kami saat harga ubi memang sedang naik. Meskipun dapat potongan harga 1000 setidaknya lumayan bagi penawar pemula.

Kami masih melangkahkan kaki menatap disetiap penjual yang menawarkan dagangannya. Hingga akhirnya kami berlabuh pada tukang bakso ojek, di bibir jalan pasar Pariwisata Karanganyar. Setidaknya untuk mengisi cacing perut yang mulai kelaparan. Hanya dengan Rp 3000 kami dapat menikmati “bakso ojek.”

Mentari mulai menunjukkan kegagahannya, sontak membuat pandangan ini silau dibuatnya. Keringat bertumpahan. Hari semakin berlalu, tak terasa menikmati keindahan pasar pariwisata di Tawangmangu.

 

Kami putuskan untuk meninggalkan tempat ini. Sebuah tempat mencari cerita dan inspirasi kehidupan. Semoga dengan untaian cerita ini mampu menjadikan kita selalu menanam cinta akan kota-kota indah di Indonesia. 

( Murni Arrizky (Reli Klaten) )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024-8311244 Email: info@pksjateng.or.id