Artikel
22 April 2016 | 14:11 wib Home » Artikel » Detail

Urgensi Kokohnya Perempuan

image

Oleh Zubaedah,SE
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, DPW Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah

Maraknya peristiwa yang menempatkan  perempuan dalam posisi negatif, perlu mendapat perhatin dari kita semua. Hari ini kita melihat anak-anak remaja banyak yang hamil sebelum menikah. Esok, kita melihat kasus perempuan dimutilasi. Esoknya lagi TKW diperkosa, disiksa, dibunuh. Kasus-kasus kekerasan hadir ditengah-tengah kita baik melalui media massa maupun kita lihat dengan mata kepala kita.

Sungguh, sebenarnya perempuan adalah sosok yang sangat mulia dengan segala tugas dan perannya. Di Bali, dapat kita saksikan dipasar-pasar, perempuan banyak yang menjadi kuli panggul. Di Kebumen, di Jogja, banyak perempuan yang menjadi kuli Batu dan kuli bangunan. Saat ini, diperkotaan ada pula perempuan yang menjadi sopir ojek online. Hal ini menunjukkan perempuan-perempuan di Indonesia, adalah perempuan yang kuat.

Data statistik menunjukkan, perempuan pekerja di perkotaan sebesar 44,74 % sedangkan di pedesaan sebesar 51.10 % (www.kemenpppa.go.id). Data ini menunjukkan bahwa perempuan harus multitasking dalam menjalani hidupnya. Bertanggungjawab dengan internal rumah tangga namun juga bekerja diluar rumah. Keadaan ini, bisa jadi keadaan yang tidak bisa ditolak oleh perempuan, dengan berbagai alasan. Bisa jadi karena suami yang sakit sehingga tidak mampu mencari nafkah, bisa jadi karena minimnya penghasilan suami, atau bisa jadi suaminya pergi entah kemana, sehingga harus menanggung kebutuhan ekonominya sendiri.

Sesuai dengan rumusan yang dibuat oleh Pierre Bourdieau, bahwa pada dasarnya setiap manusia membutuhkan modal dalam kehidupannya. Pertama, modal ekonomi, yaitu modal berupa mesin, tenaga, ataupun uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perempuan sama seperti lainnya, baik hidup sendiri ataupun berkeluarga, membutuhkan modal ekonomi untuk kehidupannya. Sehingga jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi dari orang lain, mau tidak mau harus mencari keluar rumah. Kedua, Modal budaya, yaitu seperangkat intelektual yang ia milki untuk bertahan hidup dilingkungannya. Hal ini bisa diproduksi dengan pendidikan berkarakter dirumah juga melalui pendidikan formal di institusi pendidikan.  Ketiga, modal sosial, yaitu jaringan yang dimiliki oleh individu dalam ranah sosial. Kekuatan modal sosial yang dimiliki memungkinkan individu apalagi perempuan untuk mendapatkan peluang kebaikan dalam hidupnya.

Terpenuhinya modal dasar tersebut akan membuat perempuan kokoh dalam menjalankan tugas dan fungsinya di manapun ia harus “bermain peran”.

Belajar dari kehidupan R.A .Kartini yang menjadi pelopor bagi perempuan di Indonesia. Melalui kuatnya modal intelektual yang dimiliki Kartini, ia mampu berjuang mendirikan sekolah bagi kaum perempuan. Kemudian keinginan yang kuat akan kelangsungan pendidikan anak-anaknya hingga masyarakat, menghasilkan gagasan dan gerakan yang mampu mempelopori kebaikan bagi perempuan. Saat ini perempuan, dapat diterima belajar di sekolah, bekerja dikantor, hingga menjadi bagian dalam penentu kebijakan di pemerintahan.

Pelopor kebaikan di Keluarga

Perempuan dengan fithrah yang diberikan Alloh SWT menjadi ibu bagi anak-anaknya. Melalui peran ini, perempuan mempunyai fungsi yang sangat krusial. Ia menentukan kecenderungan karakter dari anak-anaknya. Mulai dari kandungan hingga dalam pengasuhannya.

Kokohnya intelektual yang dimiliki perempuan, juga akan mempengaruhi pilihannya dalam bersikap. Dengan modal intelektual yang matang, ia dapat merekayasa kebaikan dikeluarganya. Melarang perbuatan buruk anggota keuarganya, dan mendorong perbuatan baiknya. Keluarga yang merupakan pijakan dasar seseorang sebelum keluar rumah, seharusnya dapat berfungsi dengan baik. Fungsi keluarga sebagai wadah pembentukan karakter, selaiknya dibangun oleh peran yang benar oleh anggota-anggotanya. Ayah, memainkan peran sebagai pejuang dalam melindungi keluarganya, memberikan arahan serta panutan bagi anak-anak, ibu, serta anggota keluarga lainnya.  Seperti sekolah, ayah menjadi kepala sekolah bagi anggotanya. Mampu memberi ketegasan dan contoh yang baik dalam menentukan suatu sikap. Ayah menghormati dan menghargai, ibu yang bekerja mengatur rumah dan anak-anak mulai pagi hari hingga malam hari. Terlebih kepada Ibu yang bekerja diluar rumah. Hal ini akan mendorong karakter perempuan-perempuan disekitarnya memiliki karakter yang kokoh. Sehingga perilaku yang keluar pada dirinya adalah hal-hal yang bersifat kebaikan.

Kemampuan Manajerial yang baik dari seorang perempuan, juga merupakan modal yang harus dimiliki oleh perempuan. Mampu mengatur dirinya dengan baik, mngetahui keperluannya, mengetahui posisinya ketika berada di dalam keluarga, sebagai anak atau sebagai Ibu atau sebagai saudara perempuan. Terlebih pada wanita yang juga bekerja diluar rumah. Ini pula yang termasuk dalam karakter perempuan yang kokoh, yaitu perempuan yang memiliki kemampuan manajerial diri yang baik.

Pelopor di Masyarakat

Ketika keluarga telah berjalan dengan baik, maka keberadaan perempuan di masyarakat sudah pasti akan memberikan kebaikan. Bagaimana kebaikan manajerial perempuan dirumahnya, akan dilihat, dicontoh dan ditiru oleh lingkungannya. Mulai lingkungan yang terkecil, disekitar tempat tinggalnya. Hingga lingkungan dimana ia menyalurkan potensinya.

Salah satu contohnya adalah Ika Yudha Kurniasari. Peraih Penghargaan Kalpataru sebagai perintis lingkungan hidup. Melalui gagasan dan kegigihannya dalam mencintai lingkungan. Ia mengembangkan sampah plastik disekitarnya menjadi sebuah Bank Sampah. Memiliki nasabah yang aktif memberikan investasi sampah, memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah sampah plastik tersebut menjadi barang yang layak untuk digunakan lagi.

Gagasan yang baik, sokongan suami, kerjasama anak-anak dan anggota keluarga yang baik, tentunya akan mendorong kebaikan perempuan berkontribusi kebaikan di masyarakatnya.

Perempuan PKS yang juga bagian dari hal ini, mendirikan Rumah Keluarga Indonesia sebagai rumah bagi para perempuan untuk berbagi ilmu dan saling mengokohkan jati diri. Melalui sarana ini, diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan ilmu. Berbagai bentuk community development dapat dilaksanakan disana, hingga pada penajaman peran perempuan. Baik itu sebagai ibu rumah tangga, sebagai anak, sebagai perempuan pekerja dikantor, hingga aktifis penggerak gerakan sosial dilingkungannya. Berbagai aktifitas yang ada disana bisa berbentuk pelatihan ketrampilan membuat kue, membuat kerajinan tangan, pelatihan manajemen komunitas, penyuluhan kesehatan, gerakan menanam, Kelompok Rumah Rangan Lestari (RPL).

Melalui gerakan tersebut, harapannya perempuan dapat menjadi pelopor kebaikan dilingkungannya. Selamat Hari Kartini. Semoga Rumah Keluarga Indonesia, dapat menjadi bagian dari elemen masyarakat yang memberikan sumbangan kebaikan bagi perempuan Indonesia.

 

Artikel Dimuat dalam opini Wawasan tanggal 22 April 2016

( Haa / Iky )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024-8311244 Email: info@pksjateng.or.id