Artikel
08 Juli 2016 | 16:17 wib Home » Artikel » Detail

Tragedi Brexit, Kisah Mudik Lebaran 2016


Brebes, PKS Jateng Online - Mudik Lebaran 2016 ini memang mengerikan. Salah seorang warga asli Brebes berkisah agak panjang tentang Tragedi Brexit :

Kalo disebut bahwa mudik Lebaran kemarin itu mengerikan, ada benarnya juga. Bayangin aja, jutaan orang bergerak bersam seperti migrasinya ikan Salmon yang akan bertelur. Ada yang naik bis, menggunakan mobil pribadi, mobil boks, bajaj, dan yang paling banyak adalah yang menggunakan motor, beserta anak-anak mereka yang turut serta. Saya melihat sendiri, pemudik yang mengendarai motor dengan membawa 2 anak. Satu anak duduk di depan menduduki tas, sementara yang balita duduk di tengah.

Pos Kesehatan sangat jarang ada. Baru setelah peristiwa mudik yg menimbulkan korban jiwa, barulah Puskesmas dijadikan Pos Kesehatan. Masyarakat kecewa, bahwa jalan tol Brexit yang sudah diresmikan, ternyata belum siap digunakan. Mengantri sampai belasan kilometer, sangat sulit untuk bisa keluar. Akhirnya banyak yang keluar di Pejagan, termasuk yang tujuan Tegal, akhirnya ikut arus ke arah Purwokerto. Dan itulah yang membuat volume kendaraan bertambah.

Gara-gara macet, pemudik yang tidak paham jalan diarahkan melalui jalur alternatif yang kondisi jalannya adalah jalan tanah, sempit dan gelap. Namun ternyata jalan keluar dari jalur inipun ketemu dengan arus macet di jalan raya.

Kelelahan di jalan, duduk terus menerus, menahan buang air, menjadi sebab munculnya penyakit. Saya sangat menyayangkan respon pemerintah terhadap tragedi Brexit ini, yang mengatakan bahwa kemacetan tidak akan menyebabkan kematian. Adalah lebih baik kalau pemerintah langsung minta maaf, jangan malah cuci tangan seperti itu.

Hari Selasa (5/7), saya ngobrol dengan seorang pemudik, yang katanya berangkat dari Jakarta malam Senin (Minggu malam - red). Itu artinya, waktu tempuh yang harusnya 8 jam, molor menjadi 36 jam, dan itupun belum sampai tujuan. Tentunya para pemudik ini tidak akan menyangka waktu tempuh perjalanan bakal molor sedemikian, sehingga mereka juga tidak mempersiapkan bekal yang cukup. Padahal tujuan mereka masih lumayan jauh, seperti Gombong, Kebumen, dan lain-lain.

Belum lagi BBM yang langka. Bayangin, bensin sebotol besar aqua dijual dengan harga Rp50ribu. Begitu datang, langsung diserbu penduduk sekitar yang memborong dengan menggunakan jerigen, untuk kemudian dijual lagi.

Teks Asli

Yen disebutna mudik bada kue mengerikan, ana benere juga. Lha bayangna bae, jutaan wong Mlaku bareng kaya migrasi iwak salmon arep ngendog. Ana sing ngebis, nggo mobil pribadi, mobil boks, bajaj plus paling akeh nggo motor. Cah Cilik - cili digawa.

Nyong weruh motor nggawa cah cilik loro yah. Siji ngarep numpaki tas, siji balita ning tengah. Pos kesehatan jarang (bar kejadian mudik ninggal wingi, mbene puskesmas kersana dadi pos kesehatan). 

Wong - wong kecewa, jalan tol brexit sing wes diresmikna jebule durung siap. Ngantri nganti welasan kilo, dalan tol nesih nengah sawah, arep metu angel. 

Akhire akeh sing metu ning pejagan termasuk tujuan tegal, akhire melu maring arah purwokerto, nah kueh nambah volum kendaraan. 

Gara - gara macet, pemudik sing ora faham dalan diarahna jalur alternatif sing kondisine jalan tanah, sempit, karo gelap. Kue gen metune maring gili gedene, tapi tetep ketemu macet (bottleneck). 

Kelelahan ning dalan, njagong terus, nahan pipis → dadi penyakit. Beberapa sing mati kelelahan. Pemerintah ngendhika kemacetan ga menimbulkan kematian. Kerasa salah njaluk maaf kek, malah cuci tangan. 

Selasa 5 juli awan ning Larangan. Aku ngobrol karo pemudik. Jare mangkat malam senin (4 Juli) seko jakarta. Artine sing donge 8 jam, wis nganti 36 jam durung anjog. Mestine ora nyangka bakal waktune mulur, dadine persiapane kurang, bocah cilik turune ning ndi, aduse ning ndi. Padahal durung tekan umah, tujuane Gombong, Kebumen dll.

BBM juga langka, bayangna sebotol air mineral gede rega 50 ewu. Pas teka, langsung diserbu wong lokal sing mborong nggo jarigen,nggo didol maning

( Haa / Herdy )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024-8311244 Email: info@pksjateng.or.id