Artikel
24 Juli 2016 | 16:24 wib Home » Artikel » Detail

Azamkan Diri Raih Predikat Takwa

image

Suswono Memberikan Taujih dalam Halal Bihalal DPD PKS Kota Tegal. (RPF-Irfan)


Oleh Suswono

Siapapaun pasti akan mengalami kebanggaan saat mendapati syurga. Jaminan Allah, syurga hanya diberikan kepada orang-orang yang bertakwa. Azamkan diri kita untuk mendapatkan predikat takwa. Apapun profesinya. Apapun latar belakang sosialnya.

“Siap?”

“Siapp!!!” jawab peserta kompak.

Siap tidak hanya di lisan. Jika takwa otomatis akan sukses. Orang yang bertakwa, demikian kata Allah, maka akan menemukan banyak jalan keluar, mendapatkan rezeki yang datangnya tidak diduga-duga.

Judulnya saja pemenangan. Kalau pemenangan ya harus menang. Menang yang dilandasi ketakwaan akan menjadi kemenangan hakiki, bukan fatamorgana. Yang penting, kita harus lakukan dengan sungguh-sungguh. Tidak sekedar  takwa secara lisan tapi juga dibarengi dengan niat dan amal yang sungguh-sungguh.

Saat Ramadan pergi apakah kita merindukannya? atau malah bersuka cita? Ini bisa menjadi indikator ketakwaan. Yang bisa menilai adalah diri sendiri. Dengan semangat Ramadan yang lalu kita akan mengarungi kehidupan 11 bulan di masa mendatang.

Perjuangan bukanlah persoalan mudah, karena perlu ada satu kesungguhan dan pengorbanan. Banyak ayat-ayat yang disampaikan dalam Al Quran, berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa. Oleh karenanya jangan merasa diri kita, tidak punya peran apa-apa. Semua harus memerankan diri dalam posisi apapun. Jadi ketua ranting, mungkin tanggung jawabnya lebih ringan daripada ketua DPD. Tapi siapa tahu pahalanya lebih banyak.S etiap hari ketemu konstituen. Jadi ujung tombak, bahkan ujung tombok. Itulah ladang amal saudara. Bahkan pahalanya bisa jadi lebih banyak daripada presiden partai. Tidak pernah tampil di publik, tak pernah muncul di media, tapi tulus ikhlas. Bobot amalnya luar biasa besar di hadapan Allah SWT.

Teruskah berbuat yang terbaik untuk Allah. Kita punya visi menjadikan partai yang kokoh, pada realitanya harus betul-betul melayani. Berkhidmat untuk umat dan bangsa. Insya Allah kemenangan yang terjadi kemenangan otomatis. Kita adalah partai dakwah oleh karenanya lanadasan dalam perjuangan ini tidak lepas dari nilai-nilai Al Qyur’an dan As sunah. Kita adalah Aswaja. Harus diterapkan. Dipraktekkan dalam sehari-hari. Insya Allah saat orang melihat perilaku kita, sikap kita,  daya tarik terhadap jamaah ini semakin tinggi. Tentu saja ini akan berjalan baik manakala kita sendiri kokoh. Wa’tasimu bihablillahi jami’a wala tafaroqu… Tetap berpegang teguh kepada agama Allah, dan tidak berpecah belah.

Persoalan yang kemudian muncul, menjadikan umat menjadi satu ini tidak mudah. Jika tidak mudah, setidaknya PKS solid. Tapi itu pun tidak menjamin, karena kecenderungan manusia itu berselisih, kecuali yang diberi rahmat.

Yang menyatukan kita ini adalah rahmat. Persoalannya bagaimana agar rahmat Allah itu datang?

Kita sudah menegakkan shalat, menunaikan zakat. Yang paling susah adalah ba’duhum auliua ba’du. Orang-orang kafir rata-rata bersatu. Kalau kamu tidak berbuat seperti mereka, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. Inilah potret Indonesia saat ini. Kita sedih, umat Islam terbesar di dunia, tetapi sesama umat tidak bersatu. Tidak masalah kita berada di kotak yang mana. Apakah ada di PKS, PPP, PAN, PKB. Tidak masalah. Tapi kita harus sadar, kita tidak mungkin bisa mengalahkankan mereka yang punya rencana makar kepada Allah. Namanya partai persatuan saja tidak bersatu, padahal namanya partai persatuan. Jika masing-masing partai Islam bersatu, maka tinggal pemimpin partainya yang kita selaraskan.

Kenapa umat ini tidak bersatu karena tidak ada rahmat Allah? Karena berangkat dari iman yang tidak benar.  Kuncinya adalah iman yang benar. Iman yang lurus. Iman yang betul-betul sesuai dengan yang diharapkan Allah.

Allah janji, berimanlah kalian, taatlah kalian kepada Allah dan Rasul, niscaya kalian mendapat rahmat. Jadi dijamin. Syaratnya hanya taat yang mutlak kepada Allah dan Rasul. Sementara taat kepada ulil amri ini bersyarat. Syaratnya adalah ulil amri ini taat kepada Allah dan Rasulnya.

Oleh karenanya mari kita wujudkan mulai dari skala kita sendiri. Mulai tertib, disiplin dan tunaikan kewajiban di posisi masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Apa yang diharapkan itu hanyalah akibat saja. Jika sudah diupayakan dengan baik insya Allah kemenangan akan datang. Kemenangan akan datang kalau memang kita pantas dan dinilai Allah kita layak mendapatkannya.

Boleh jadi menurut kita menang, tapi tidak menurut Allah. Tunjukkan dulu keislaman kita. Keimanan kita. Status Islam kita yang benar. Kita khawatir Indonesia yang umat Islamnya besar tapi tidak islami. Mari kita berangkat dari keislaman yang benar. PKS ada tarbiyah karena itu sebuah sarana mendidik supaya mereka memahami Islam, Rasul, Allah. Sehingga perjalanan kita darimana untuk apa dan mau kemana sudah tergambar jelas arah hidup kita.

Kita mencita-citakan menang pemilu. Insya Allah selama kader berbuat terbaik untuk masyarakat, yakinlah kemenangan adalah akibat saja. Dan pada akhirnya mencapai kesuksesan yang hakiki.

Dimanapun posisi kita. Menjadi ketua DPC, bisa saja itu sebagai jalan syurga. Kader biasa tapi banyak kontribusi bisa menjadi jalan menuju syurga. Karena merebut kekuasaan itu penting. Sistemnya demokrasi. Memang tidak ideal, kalau tidak terlibat kita salah. Tapi dengan terlibat ada banyak yang bisa kita lakukan untuk kemaslahatan umat. Kalau orang Islam berkuasa, maka dia akan merasakan betapa indahnya Islam. Jadi tidak usah takut, kepada  non muslim, mereka akan dilindungi, hak-hak mereka tetap diberikan sepanjang tidak menggunggu , menghambat dakwah Islam. Itu kuncinya.

Kekuasaan menjadi penting seperti kata nabi, kalau kelihat kemungkaran ubahlah dengan tanganmu, dengan kekuasaan yang ada di tanganuu. Demokrasi memang belum ideal.  Tapi jangan menyerah. Terus mendidik rakyat. Sampai suasatu saat ada kesadaran.

Saat ini saya saya diminta, lebih tepatnya ditugaskan maju sebagai calon bupati Brebes. Karena ini tugas, maka saya jalankan. Bagi saya tidak ada istilah jabatan bupati lebih rendah dari menteri, tapi bagaimana jabatan itu bisa memberikan sebanyak-banyak manfaat kepada umat. Dibanding menteri, lebih riil melayani masyarkat. Disitilah saya mau dicalonkan.

Brebes seperti diakui beberapa tokoh masyakarat setampat, memang sedang mengalami krisis pemimpin. Beberapa menyampaikan kepada saya agar saya mencalonkan diri. Tapi saya tegaskan, saya tidak akan mencalonkan diri, tapi kalau sudah ditugaskan, saya siap. Tegal, masih leluasa untuk menyiapkan kemenangan pemilu. Siapkan dengan sebaik-baik persiapan. Semoga jalannya dimudahkan.

 

( Haa / Irfan )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024-8311244 Email: info@pksjateng.or.id