Artikel
27 Juli 2016 | 17:13 wib Home » Artikel » Detail

Wahai Pencari Ilmu, Ini 6 Pesan Imam Syafi'i Untukmu

image

Ada satu nikmat yang menjadi sebuah pijakan bagi kita untuk mendatangkan nikmat Allah yang lain, yaitu nikmat ilmu. Sebab dengan ilmu seseorang akan bertambah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka ia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah bahkan manusia.

Selain daripada hal tersebut, Rasulullah telah memberikan sebuah wasiat kepada umat islam untuk menuntut ilmu. Sebagaimana dalam sebuah hadits masyhur

طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة

Menutut Ilmu Wajib atas semua muslim dan muslimah
Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224)

Menjadi sebuah satu kewajiban bagi seorang yang beriman kepada Allah untuk menuntut ilmu baik itu laki - laki maupun perempuan. Hal tersebut dikarenakan bahwa ilmu merupakan penghulu amal (Sayyidul 'Amal) manusia, Sehingga tidak ada satu amalanpun yang dilakukan tanpa disadari dengan Ilmu.

Mengenai ilmu, Imam Syafi'i Rahimahumullah (dalam kitab Ta'lim Muta'alim karya  Imam Al-Zarnuji) menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan perkara - perkara yang menyebabkan seorang muslim mampu mendapatkan sebuah Ilmu.

1. Kecerdasan

Dengan kecerdasan, seseorang akan lebih mudah menangkap apa yang dia pelajari. Sehingga ia mampu untuk memperoleh ilmu dengan utuh. Dengan kecerdasan seseorang akan dengan maksimal menggunakan akalnya dan apa yang ada didalam dirinya.

Kecerdasan tidak hanya menjadi sebuah pemberian dari Allah SWT, akan tetapi ia juga merupakan sesuatu yang bisa di kembangkan. Oleh karena hal tersebut, ada anak - anak yang dia sejak lahir sudah memiliki kecerdasan tinggi, tetapi tidak sedikit mereka memiliki kecerdasan secara bertahap.

2. Semangat

Kesemangatan menandakan bahwa seseorang memiliki sebuah kesungguhan dan ketekunan dalam belajar. Semangat menjadi sebuah katalis bagi seseorang untuk mendapatkan sebuah ilmu.

Seseorang yang menginginkan suatu hal dengan penuh kesemangatan pastilah akan selalu berusaha untuk mencapai apa yang dia inginkan. Semangat muncul karena kita tau bahwa ilmu itu adalah sesuatu yang penting dan perlu untuk kita miliki.

Semangat muncul dalam setiap aktifitas - aktifitas kita, bukan hanya sebatas pemenuhan presensi. Akan tetapi menjadi sebuah kesadaran diri atas minimnya ilmu yang telah dimiliki seorang manusia.

3. Sabar

Manusia selalu memiliki sebuah cerita dalam kehidupannya. Ada sesuatu yang akan dihadapi dan dilalui oleh manusia. Begitupun saat menimba ilmu, seorang manusia pasti akan mendapati rintangan dan tantangan. Maka kesabaran menjadi sebuah kunci untuk mendapatkan ilmu.

Kesabaran adalah sebuah upaya untuk menuju jalan lurus kepada sang Pemilik Ilmu. Bukan pasrah dan terima dengan apa yang ada, tetapi berjuang untuk mendapatkannya.

4. Bekal

Hidup didunia ini butuh bekal, tetapi hidup bukan untuk bekal. Ketika seorang manusia ingin memperoleh Ilmu, maka mereka harus rela untuk mengeluarkan perbekalan yang dia punya untuk menggapai ilmu tersebut.

Dari zaman sahabat, salafus shalih, hingga ulama saat ini, untuk mendapatkan sebuah ilmu mereka harus memiliki bekal. Berapa bekal yang dihabiskan Imam Bukhari untuk pergi dari kampung halaman untuk berpergian dari satu kota ke kota lain.

5. Guru Pembimbing

Salah satu tolok ukur  orisinalitas sebuah ’ilmu adalah diambil dari mana (siapa gurunya) dan siapa  saja yang belajar kepadanya. Seorang mukmin hendaknya bermajelis dengan para ulama, mengambil ilmu langsung dari lisan mereka, dan berdiskusi dengannya.

Seorang pencari ilmu hendaknya memiliki guru yang mampu ia jadikan sebagai tempat untuk bertanya. Para Ulama zaman dahulu kala, rela untuk menempuh jarak berpuluh - puluh kilo bahkan ratusan kilo hanya untuk mencari seorang guru yang bisa memberikan ilmu kepadanya.

6. Waktu Yang Lama

Belajar tidak ada yang instan, sekalipun orang yang memiliki ke 5 perkara diatas tadi. Karena belajar adalah proses untuk mentransfer sebuah nilai - nilai sehingga bisa di terjemahkan menjadi sebuah Ilmu.

Allah menurunkan Al-Quran kepada Rasulullah SAW tidak dalam tempo yang sesingkat - singkatnya. Perlu tempo tak kurang 22 tahun lamanya, hingga Al-Qur'an sempurna diterima Rasulullah SAW dan bisa kita jadikan pedoman hingga saat ini.

( Haa )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024-8311244 Email: info@pksjateng.or.id