Artikel
19 Agustus 2016 | 09:09 wib Home » Artikel » Detail

Seuntai Do’a Untuk Negeri

image

Oleh Eko Jun

Diantara kebiasaan sebagian umat Islam di Indonesia adalah menyelenggarakan kegiatan doa bersama pada malam 17 Agustus. Ada yang melaksanakannya dimasjid, dibalai RT/RW dan adapula yang dilapangan dengan menggelar tikar. Alhamdulillah, kegiatan seperti ini marak dilaksanakan diberbagai tempat setiap tahunnya. Dan meski tidak ada perintah dan contoh dari rasulullah, setahu kami tidak ada satupun yang memvonis dengan dalil “Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alaihi amrunaa fahuwa raddun”.

Apa yang kita pinta kepada Allah untuk negeri ini? Pada intinya kita pasti minta dilimpahkan banyak kebaikan dan keberkahan. Kita tentu ingin agar pintu - pintu keberkahan dicurahkan, baik dari langit maupun bumi. Sebagaimana isyarat dalam Al Qur’an “Walau anna ahlal qura aamannuu wattaqau, lafatahnaa ‘alaihim barakaatim minas samaa-i wal ardhi”. Kita berharap agar apa yang turun dari langit membawa berkah, bukan musibah. Kita ingin agar apa yang keluar dari bumi membawa nikmat, bukan bencana.

Segala hal yang baik, kita sematkan hanya kepada Allah. Sebagaimana hal yang sering kita dengar dari para mubaligh “Innallaaha jamiil, yuhibbul jamaal” atau “Innallaaha thayyib, laa yaqbalu illa thayyiban”. Karena kita menginginkan banyak kebaikan untuk Indonesia, mari kita berdoa agar penduduk negeri ini diberi perkara - perkara yang baik. Diantaranya :

Pertama, Kalimah Thayyibah

Kalimat yang baik adalah sedekah, “Al kalimatuth thayyibah, shadaqatun”. Semua orang pasti senang mendengar perkataan yang baik, terlebih jika disampaikan dengan cara yang baik pula. Kalimat terbaik tentu saja adalah kalimat yang menyeru kepada Allah, “Waman ahsanu qaulam mimman da’aa ilallaah”. Derivasinya tentu sangat banyak, diantaranya : mengajak untuk beribadah kepada Allah, taat kepada Allah, bertaqwa kepada Allah, bertawakal kepada Allah, bersabar atas taqdir Allah, bertaubat kepada Allah, berhusnudzan kepada Allah dll.

Kalimat yang baik adalah perhiasan jiwa sekaligus cerminan hati. Jika kita mencermati apa yang terjadi di Indonesia, hati rasanya teriris - iris. Dahulu kalimat yang buruk hanya diucapkan oleh orang fasik, sekarang sudah merambah ke sebagian orang - orang shaleh. Dahulu kalimat comberan hanya milik orang rendahan, sekarang juga menjadi adat sebagian pemimpin. Dahulu kalimat kasar dan ketus hanya ada dipasar, sekarang sudah memasuki sebagian masjid, majelis ilmu dan berbagai instansi. Ini sungguh musibah yang nyata. “Ya Allah, karuniakanlah bangsa ini dengan kalimat thayyibah. Amin”

Kedua, Dzurriyyatan Thayyibah

Diantara karunia dan kebahagiaan bagi orang - orang shaleh adalah saat diberikan keturunan yang baik. Mereka adalah penyejuk mata, pewaris nasab, ilmu dan perjuangan serta menjadi sumber harapan atas masa depan yang lebih baik. Didalam Al Qur’an, banyak contoh doa dari para nabi agar mendapatkan keturunan yang baik, yang shaleh dan shalehah. Doa - doa mereka adalah doa - doa kita juga. “Rabbi hablii minash shaalihiin”, “Rabbi hablii milladunka  dzurriyyatan thayyibah, innaka samii‘ud du’aa”.

Orang - orang shaleh tidak hanya mengharapkan lahirnya keturunan yang baik untuk dirinya saja, tapi juga untuk negerinya. Jika menelisik pemberitaan di media sosial, kita sungguh miris. Banyak generasi muda yang salah jalan. Tanpa malu mereka melecehkan simbol - simbol agama, baik kitab suci maupun peribadatan. Tanpa malu, mereka mempertontonkan kebejatan akhlak dan membela kemunkaran. Ini sungguh kemalangan yang besar. “Ya Allah, karuniakanlah bangsa ini dengan dzurriyyah thayyibah. Amin”

Ketiga, Baldatun Thayyibah

Diantara kecintaan alami seseorang adalah cinta pada negerinya sekaligus tanah kelahirannya. Jika bukan karena situasi yang sulit dan memaksa (karena mencari pekerjaan, mencari ilmu atau bahkan diusir oleh penduduknya) niscaya mereka tidak akan mau beranjak dari kampung halamannya. Karena sejuta kenangan memang terukir indah didalamnya, sejak dalam buaian bunda hingga dewasa.

Sejak zaman dahulu, Indonesia dikenal sebagai zamrud khatulistiwa. Alamnya indah, tanahnya subur makmur serta menyimpan sejumlah harta kekayaan dan beragam pesona. Tidak berlebihan jika sebagian seniman mengibaratkan tanah kita sebagai tanah surga dan lautnya sebagai kolam susu. Tapi jika kita menyaksikan situasi terkini, mata ini seperti ingin menangis darah. Negeri ini penuh dengan bencana, baik dari langit, bumi maupun lautnya. Sumber - suber penghidupan dan rizki semakin menjauh. Tak adalagi cerita tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Karena banyak hutan terbakar, padi yang mengalami puso dan hasil bumi yang rusak. Ini sungguh cobaan yang dahsyat. “Ya Allah, jadikanlah negeri ini menjadi baldatun thayyibah. Amin”

----------------------------------------------------------------

Rabbana ya rabbana taqabbal minna, innaka antas sami’ul ‘aliim. Watub ’alaina, innaka antat tawwabur rahiim. Amin.

( Aha )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024-8311244 Email: info@pksjateng.or.id