Artikel
03 Desember 2016 | 14:09 wib Home » Artikel » Detail

Hubungan PKS, Agus Mulyadi dan Nabilah JKT48

image

Gus Mul. (Foto: Teguh P)


NAMA Agus Mulyadi dalam beberapa tahun terakhir menghiasi dunia persilatan media sosial. Selain profesinya adalah seorang redaktur di sebuah media online yang berada di DI Yogyakarta, kisah memilukan nan menggemparkan seputar masa lalunya dengan Nabilah Ratna Ayu, seorang member Jakarta 48 barangkali menjadi cerita tersendiri.

Ya, menurut pria yang akrab disapa Gus Mul ini, Nabilah JKT48 menjadi titik balik kehidupan seorang Agus Mulyadi. Dari yang semula hanya penjaga warnet, kini menjadi sosok redaktur di sebuah media terkemuka di Indonesia, Gus Mul juga sering diundang stasiun televisi dan akhirnya menjadi pembicara di berbagai momentum kepenulisan dan teknologi informasi, seperti yang dilakukan Gus Mul saat menjadi narasumber dalam acara studium generale sekolah digital relawan kreatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah.

Balik lagi ke hubungan Nabilah JKT48 dengan Gus Mul, dikisahkan ternyata gara-gara fotonya dengan member JKT48 yang cute itulah yang membuat sosok Gus Mul mulai dikenang, dikenal dan diperebutkan. Tentu bukan foto dengan Nabilah dalam fakta yang sebenarnya, Gus Mul hanya mengedit foto dirinya dengan Nabilah JKT48 dengan aplikasi Adobe Photoshop. Siapa sangka, ternyata berkat editan fotonya itu, dirinya diminta para member JKT48 lain di Jogja, para teman-temannya yang menjadi ‘ultras' (baca: fans garis keras) JKT48 untuk mengedit fotonya dengan JKT48.

“Saya ndak tahu, yang bodoh saya apa teman saya, yang jelas begitu saya perlihatkan foto saya dengan Nabilah, dia langsung percaya, dan akhirnya malah meminta untuk meng-editkan foto-foto dirinya dan teman-temannya bareng JKT48,”kata Agus saat mengisahkan perjalanan menyejarah dirinya kepada puluhan relawan kreatif PKS Jateng, Sabtu (3/12/2016) di Semarang.

Perlu diketahui bahwa hasil editan foto Gus Mul sangat sempurna, bahkan bisa dikatakan 99 persen mirip dengan foto aslinya. Bahkan mungkin pakar telematika sekelas Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo pun sulit untuk menyatakan foto karya Gus Mul adalah foto editan. Sehingga, berkat sikil (baca: ketrampilan) tersebutlah, pria lajang berjenggot panjang penulis buku “Diplomat Kenangan” ini mulai berfikir kapitalistik, hedonistik dan materialistik (panganan opo kuwi).

Jasa edit foto dari berbagai kalangan pun langsung diterima Gus Mul, bak cendawan di musim hujan, mengalir deras, sederas air mata saat berpisah dengan sang mantan. Dalam waktu sebulan, ratusan orderan jasa edit foto ini diterima pria yang kini sama usianya dengan Nabi Muhammad saat menikah dengan Siti Khadijah. Hingga akhirnya, suatu peristiwa menyentuh dirinya membuat dia merasa profesi jasa edit foto tersebut harus diakhiri.

“Saya dikomplain oleh suami seorang artis FTV yang kebetulan saya ngefans sama artis tersebut, untuk tidak mengedit foto istrinya, dan akhirnya permintaan maaf diterima dengan syarat menyanyikan lagu D’Bagindas (Bertahan satu cinta) saat di telepon itu, akhirnya ternyata diketahui yang menelepon adalah penyiar Prambors,”ungkapnya.

Gus Mul merenung, dan meyakinkan dirinya bahwa profesi yang dia jalani tersebut tidak baik. Ada beberapa alasan, diantaranya menurut Gus Mul adalah soal pelanggaran hak cipta. Sejak itu, pemilik blog agusmulyadi.web.id ini memutuskan berhenti jadi tukang edit foto. Semenjak itu, dirinya menuliskan berbagai kisah menariknya dalam blog tersebut.“Hingga akhirnya ada beberapa penerbit menawarkan untuk menerbitkan buku-buku dari tulisan saya di blog itu, saat ini sudah ada tiga buku, tahun depan rencana buku keempat,”tandasnya.

Pelajaran Moral dari Gus Mul

Perjalanan waktu sejarah sosok Gus Mul berlanjut. Fans berat Manchester United  ini akhirnya bekerja menjadi redaktur sebuah media terkemuka di Jogja, hingga saat ini. Hal itu terjadi setelah Gus Mul bikin tulisan yang mengalir, cemeklik dan mbrebes mili di blog pribadinya, terus ada penerbit yang tertarik, dan bikin tiga buku. Sehingga dirinya dilirik oleh Mojok.co untuk jadi salah satu redakturnya, hingga saat ini.

Karena dirinya sekarang resmi menjadi tokoh muda masa kini yang identik dengan kekocakan dan kesantunan dalam bersocmed, Gus Mul pun menyampaikan beberapa pelajaran moral kepada generasi gawai, terutama para relawan kreatif PKS Jateng, yang ternyata banyak yang bergelar shareholic (baca: tukang share).

Pelajaran pertama, kata Gus Mul, adalah jika ingin menjadi pegiat media sosial, jangan asal share, apalagi berita-berita yang hoax dengan cara cerdas memilih sumber berita. Hal ini menurut Gus Mul harus dilakukan mengingat banyak sekali sumber informasi, terutama online yang tidak mengedapankan akurasi.

Pelajaran moral kedua, kata Gus Mul, jika jadi pembuat konten, bikin konten yang menarik, tapi dari sisi judul dibuat biasa saja. “Saya pribadi cenderung agak sebel dengan media online yang bikin judul bombastis dan cemeklik, tapi isinya bohong, lebih baik baca juduk koran lampu hijau, meski judulnya panjang, tapi sesuai dengan isi,”jelasnya.

Pelajaran moral ketiga, dia berharap jangan menjadi bagian dari huru-hara informasi dengan cerdas mengelola informasi yang masuk ke dunia internet. “Yang kita share adalah yang kita pertanggungjawabkan, sehingga harus share hal-hal yang bisa dipertanggungjawabkan, terutama terkait konten,”pungkas Gus Mul.

Pelajaran moral terakhir, ternyata tidak disampaikan Gus Mul secara tersurat, namun secara tersirat, sosok Gus Mul adalah sosok inspiratif. Dari penjaga warnet dengan bayaran Rp 30 ribu per hari, kini jadi redaktur media dengan karya-karya ringan namun inspiratif. Dari jasa tukang edit foto, kini menjadi motivator super dan praktisi media sosial yang banyak mengisi sana dan mengisi sini, hanya saja, apakah sudah ada yang mengisi ruang hatinya? Wallahu ‘alam bi showwab, hanya Allah SWT dan Gus Mul yang tahu.

By the way, terimakasih atas ilmunya Gus Mul yang diberikan kepada para relawan kreatif PKS Jateng. Semoga Gus Mul diberikan kesehatan, kelancaran, rezeki yang berlimpah, sehingga semakin banyak berbagi inspirasi untuk semua.

Untuk relawan kreatif PKS, mari terus menginspirasi.

 

 

 

( Ped )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024-8311244 Email: info@pksjateng.or.id