Telp: 024-70776373 | Email: fraksi@pksjateng.or.id | Twitter: @fpksjateng | FB: fraksi pksjateng



Penyebaran AIDS di Jateng Sangat Memprihatinkan, Bertambah 10 Orang Tiap Hari

image

SEMARANG, PKS Jateng Online -- Jawa Tengah menduduki peringkat kelima terbanyak secara nasional jumlah kasus AIDS. Pada 31 Desember 2015 lalu, tercatat ada 5.042 kasus AIDS. Kemudian per Juni 2016 data mengalami peningkatan menjadi 6.902 kasus atau bertambah 1.860 kasus. Jika angka itu dirata-rata, tiap hari ada 10 orang penderita AIDSbaru di Jateng.

Atas kondisi yang memprihatinkan tersebut, Anggota Komisi E Karsono berharap ada langkah terpadu yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Ia juga mengimbau generasi muda dan masyarakat untuk ikut melakukan pencegahan dengan memeriksakan diri di puskesmas atau rumah sakit jika memiliki riwayat cara penularannya. 

“Penyebaran jumlah kasus AIDS ini sudah masuk taraf memprihatinkan, sehingga perlu langkah terpadu, bagaimana Dinkes Jateng terus mendorong masyarakat bersedia memeriksakan diri ke klinik VCT (Voluntary Counseling Test) yang sudah disediakan di rumah-rumah sakit,”katanya di Semarang, Kamis (1/12/2016).

Sebab, lanjut dia, pemeriksaanVCT untuk pengidap HIV/AIDS saat ini masih gratis. “Untuk anak muda, yang penting adalah jangan melakukan seks bebas, tetap setia bagi pasangan yang sudah menikah, serta menjauhi obat-obatan terlarang,” imbuhnya.

Menurutnya, mayoritas pengidap HIV/AIDS adalah usia produktif mulai 25 tahun hingga 50 tahun. Ia juga menyatakan ada berbagai faktor penyebab meluasnya penyebaran penyakit itu. Namun, salah satunya modernisasi yang semakin mempengaruhi banyaknya penyebaran di Jateng, terutama di daerah Pantura.

“Fakta itu menjadi keprihatinan, sehingga perlu ada upaya ekstra agar penyebarannya tidak semakin meluas. Salah satunya dengan workshoptentang risiko penularannya yang melalui darah, cairan kelamin, dan air susu ibu. Selain itu, juga penggunaan NAPZA terutama narkoba jenis suntik,” jelas Karsono.

Lebih lanjut, Karsono mengungkapkan selain langkah sosialisasi, perlu upaya pencegahan yang terus digalakkan oleh Pemprov. Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS, ia mengatakan harus dilihat secara komprehensif, misalnya penutupan lokalisasi yang sebenarnya merupakan kebijakan yang dilematis dilihat dari berbagai aspek.

Selain itu, Karsono menilai bahwa peran puskesmas di Jawa Tengah dapat menangani penderita HIV lebih dini, sehingga tidak berlanjut menjadi AIDS. "Saya kira peran Puskesmas menjadi penting. Sehingga harus sudah menjadi perhatian dinas kesehatan," pungkas Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini.

Sementara, anggota Komisi E lainnya, Rusman mengatakan bahwa dibutuhkan peran orang tua dan masyarakat untuk bisa menjadi contoh perilaku dan akhlak yang baik. "Juga mebdidik dan mengawasi agar anak anaknya tidak melakukan perilaku yang menyimpang seperti pergaulan bebas, hubungan sex di luar pernikahan yang akan semakin menyuburkan dan menyebarkan virus HIV/AIDS,"katanya. 

( Ped )

Baca Lainnya:

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…

Continue Reading »

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…

Continue Reading »

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…

Continue Reading »

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…

Continue Reading »

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

Continue Reading »