Telp: 024-70776373 | Email: fraksi@pksjateng.or.id | Twitter: @fpksjateng | FB: fraksi pksjateng



Kebijakan Legalkan Sekolah Himpun Dana Dinilai Semakin Bebani Masyarakat

image

Ahmadi


SEMARANG, PKS Jateng Online – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menyayangkan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan sekolah menghimpun dana dari masyarakat pada tahun 2017.

Wakil Ketua DPRD Jateng H Ahmadi SE menilai kebijakan itu dikhawatirkan akan semakin membenani masyarakat dan menimbulkan banyak penyimpangan. “Sangat disayangkan sekali pemerintah membuat kebijakan sekolah diperbolehkan menghimpun dana dari masyarakat pada tahun ini. Masyarakat pasti akan semakin terbebani,”tandasnya Jumat (13/1/2017) di Semarang.

Menurut Ahmadi, saat ini indeks kemiskinan di Jateng sekarang ini masih sangat tinggi dan cenderung meningkat.  Data yang disampaikan gubernur saat menyampaikan Nota Keuangan APBD Jateng TA 2017, dari 4.506 juta jiwa (13,32%) pada bulan September 2015, angka kemiskinan menjadi 4.507 juta jiwa (13,27%) pada periode Maret 2016. Sehingga, tidak seharusnya pemerintah membuat kebijakan seperti ini.

Menurut legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini, selain akan membebani masyarakat, dikhawatirkan pemerintah juga tidak akan bisa mengendalikan seolah-sekolah yang akan menghimpun dana dari masyarakat. “Dulu yang jelas-jelas ada larangan sekolah menghimpun dana dari masyarakat/orang tua murid saja banyak sekali pungutan di sekolah-sekolah. Ini kok malah diperbolehkan. Yang dirugikan adalah masyarakat orang tua murid,”paparnya.

Lebih lanjut Ahmadi menyampaikan, seharusnya kebijakan sekolah gratis diperluas untuk meringankan masyarakat. Sekolah gratis tidak hanya sampai 9 tahun (tingkat SMP/Mts sederajat,red), tapi sampai tingkat SMA/SMK sederajat.  

“Kalau alasan pemerintah memperbolehkan sekolah menghimpun dana dari masyarakat karena tidak mampu, itu tidak masuk akal sama sekali. Karena anggaran untuk PNS sekarang sangat besar sekali,”pungkasnya.

Sebagai informasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan mulai tahun ini sekolah diizinkan menghimpun dana dari masyarakat mulai 2017. "Mulai tahun ini sekolah diizinkan menghimpun dana dari masyarakat seperti donatur dan alumni. Terutama alumni yang sudah sukses, seperti menteri dulu juga sekolah," ujar Muhadjir di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan saat ini waktunya bagi para alumni memberi sumbangan kepada sekolahnya dulu, terutama pada siswa yang tidak mampu.  Sementara, dana dari masyarakat digunakan untuk meningkatkan daya tahan untuk memajukan sekolah."Kalau sekolah hanya mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka sekolah tidak akan maju,"katanya.

 

 Mendikbud mengatakan ada perbedaan antara pungutan liar dan yang tidak liar. "Kemdikbud sudah mengeluarkan peraturan bahwa pada dasarnya, sekolah dibolehkan menghimpun dana dari masyarakat asal tak memaksa. Sebelumnya , sekolah dilarang melakukan pungutan karena kerap ditemukan penyimpangan. 

( Ped )

Baca Lainnya:

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…

Continue Reading »

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…

Continue Reading »

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…

Continue Reading »

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…

Continue Reading »

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

Continue Reading »