img

Panja Kesejahteraan Prajurit Bukti Keseriusan Komisi I DPR-RI Sejahterakan TNI

img

Komisi I Dewan Per-wakilan Rakyat Re-publik Indonesia (DPR-RI) tengah berusaha keras mensejahtera-kan para Tentara Nasional Indo-nesia (TNI), yang kehidupannya masih jauh dari kata sejahtera.

Kesejahteraan prajurit bukan hanya sandang, pangan dan papan tetapi juga keseha-tan, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia pada pasal 2 (ayat d), bahwa tentara profesional ada-lah tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi dengan baik, tidak berpolitik, tidak berbisnis dan dijamin kesejahteraannya.

Kenyataannya, meski Alut-sista mulai diperbarui sikap profesional TNI dalam bekerja belum dibarengi tingkat kese-jahteraan yang memadai. Oleh karenanya, kini Komisi I DPR RI telah membentuk Pantia Kerja (Panja) Kesejahteraan Prajurit untuk mewujudkan hal tersebut.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan hal ini haruslah segera diwu-judkan karena bagaimana pun, TNI adalah ujung tombak per-tahanan serta keamanan bagi Indonesia.

“Prajurit kita itu adalah pasu-kan yang siap bergerak dan ber-tugas 24 jam, tanpa henti. Mau tak mau, mereka harus sehat. Maka dari itu, kita harus dukung kesejahteraannya. Baik dari segi sarana maupun prasarana,” ucap Kharis, di ruang pimpinan Komi-si I, Gedung Nusantara II, Kom-plek Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Anggota Fraksi Partai Keadi-lan Sejahtera (PKS) ini menu-turkan mengaku miris melihat tunjangan maupun gaji para TNI yang dianggap kurang sepa-dan dengan profesionalitasnya dalam bekerja. Tidak hanya itu, kata Kharis, rumah sakit TNI pun di seluruh daerah di Indo-nesia sangat minim.

“Belum lama ini kami Komisi I melakukan kunjungan ke salah satu rumah sakit TNI di Sura-baya, kami tercengang melihat-nya. Penanganannya kurang bagus, peralatannya juga kurang lengkap dan yang lebih miris lagi adalah bangunannya yang su-dah amat tua,” ujar putra daerah Purworejo ini.

Politikus yang pernah menja-di jurnalis media nasional ini me-ngaku ingin berusaha keras agar para anggota TNI khususnya pra-jurit bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik. “Bayangkan saja, di dalam satu rumah sakit hanya ada dua dokter spesialis. Bahkan ada yang cuma satu dokter spesia-lis. Lantas bagaimana di daerah yang justru banyak tentara tetapi tak ada rumah sakitnya? Ya se-moga usaha kita bisa tercapai dengan baik,” tegasnya.Politisi dari Dapil Jawa Te-ngah ini menambahkan, Panja Kesejahteraan Prajurit nantinya akan membicarakan serius per-soalan ini kepada pihak peme-rintahan terkait.

“Semoga bisa segera terea-lisasi. Kita akan merekomen-dasi kepada pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ke-menterian Pertahanan (Kemen-han) agar rumah sakit yang ada di lingkungan tentara menda-pat perhatian yang lebih,” tandas Kharis.

Kunjungi RS TNI

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Panja Kesejahte-raan Prajurit, Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung bahwa panja yang di ketuainya tersebut sudah melakukan kunjungan ke beberapa rumah sakit TNI di daerah.

“Pihak kami sudah melaku-kan kunjungan ke Rumah Sakit Dustira di Bandung. Lalu ke Ru-mah Sakit AU (Angkatan Udara) di Makassar. Rumah Sakit Dok-ter Ramlan di Surabaya. Rumah Sakit Karjito di Kalimantan Timur,” ucap Asril saat dihubu-ngi, kemarin.

Mantan Kepala Staf Koman-dan Strategi Angkatan Darat (Kaskostrad) ini mengaku, pihaknya ingin lebih memfokus-kan diri untuk kesejahteraan TNI dari segi materil.

“Pastinya yang kita utama-kan terlebih dahulu adalah un-tuk mensejahterakan TNI dan keluarganya. Karena jika sudah sejahtera keseluruhan, kinerja TNI akan bisa lebih maksimal,” tegas Wakil Ketua Komisi I DPR.

Politikus dari Partai Gerindra ini menuturkan ke depannya Pan-ja Kesejahteraan Prajurit sendiri akan melaporkan kerjanya ke-pada Panglima TNI Jenderal Ga-tot Nurmantyo dan Menteri Per-tahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. “Akan kita sampaikan kepada pihak terkait. Dan kita harapkan bisa segera terealisasi dengan baik,” tandas Asril.