img

Pelajar Kendal Deklarasi Cinta NKRI

img

KENDAL, PKS Jateng Online - Pemuda adalah masa depan sebuah bangsa. Namun sayang, generasi muda gampang sekali dipengaruhi pikirannya. Terutama terkait paham radikalisme dan komunisme.

Demikian disampaikan Ferinando Rad Bonay, Kepala Kesbang dan Politik Kabupaten Kendal dalam acara Seminar Kebangsaan Menangkal Bahaya Radikalisme dan Komunisme dalam menjaga Keutuhan NKRI, Sabtu (20/5).

Seminar ini diikuti 50 pelajar se Kabupaten Kendal, dengan menghadirkan pembicara Ferinando Rad Bonay serta H Ahmadi SE Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.

Lebih lanjut Ferinando menyampaikan bahwa paham radikalisme dan komunisme banyak disebarkan melalui media sosial. “Media sosial merupakan sarana efektif untuk perekrutan dan mempengaruhi pikiran.”

Keberadaan media sosial merupakan media yang murah dan tidak terbatas aksesnya. Untuk itu para pelajar sebagai generasi melek media harus bisa menyaring informasi di sosial media. “Pastikan sumber berita dari sumber akurat dan kalau perlu bertanya dan klarifikasi terhadap isu atau kabar yang berkembang,” jelasnya.

Selain itu untuk mencegah terjangkit paham radikalisme dan komunisme, para pelajar harus beraktivitas dengan hal-hal positif. “Aktiflah di lingkungan dan ikut kegiatan positif baik di sekolah, rumah dan lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Sementara itu, H Ahmadi SE, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah memaparkan, Indonesia sebagai negara kaya dan strategis harus tetap meningkatkan kewaspadaan akan arus globalisasi. Ada kemungkinan bahaya laten komunis masuk ke Indonesia, terutama melalui aspek ekonomi dan sosial.

Ahmadi yang juga Ketua Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Jawa Tengah menjelaskan bahwa radikalimes muncul dari salah satu aliran politik di Britania Raya, bukan dari ajaran agama tertentu.

“Saat ini ada kesalahpahaman dalam agama menimbulkan gerakan radikal. Islam melarang tindakan radikal dan kekerasan. Bahkan terhadap binatang saja kita dilarang untuk menyiksa,” tegas Ahmadi.

Untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan komunisme perlu penekanan pendidikan dan pembinaan dan pembinaan agama kepada pelajar dan pemuda. “Diharapkan dengan penekanan tersebut (pemuda) akan memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat sehingga dipengaruhi oleh pemahaman yang sesat,” terang Ahmadi.

Lebih penting lagi, menurutnya pemerintah harus terus berupaya meminimalisir kesenjangan sosial di masyarakat.

Acara seminar ini merupakan rangkaian Milad PKS ke-19. Dengan mengambil tema “Menangkal Bahaya Radikalime dan Komunisme untuk Menjaga Keutuhan NKRI”, seminar ini digelar untuk menyikapi kondisi bangsa akhir-akhir ini yang rentan disintegrasi.

“Diharapkan dengan segmen pelajar melalui peran parpol sebagai lembaga pendidikan politik bisa memberikan pendidikan politik sejak dini,” tutur Sulistyo Aribowo. (JWN3)