img

Waspadai Titik Macet Mudik Berikut ini

img

Komisi D saat mengunjungi proyek tol Batang.

SEMARANG, PKS Jateng Online – Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso meminta masyarakat yang akan mudik Lebaran untuk mewaspadai titik dan potensi kemacetan yang terjadi di jalur mudik di Jawa Tengah. Menurutnya, kejadian kemacetan panjang di tol Brebes Exit Timur menjadi pelajaran berharga pada tahun ini. Sehingga, perlu menjadi pembelajaran bersama agar peristiwa tersebut tidak terulang.

“Di Jawa Tengah setidaknya ada 160 titik rawan kemacetan saat mudik Lebaran 2017, sedangkan 106 titik lainnya dianggap rawan kecelakaan, sehingga perlu diantisipasi, kemacetan terparah yang terjadi di Brebes Exit Timur tahun lalu terjadi karena banyak masyarakat yang masih beranggapan bahwa jalan tol sebagai jalur ideal. Sehingga, untuk melakukan perjalanan jalan tol dianggap jalur bebas hambatan. Kondisi itu membuat jalan tol dipadati pemudik, hingga terjadi penumpukan kendaraan dan mengakibatkan macet,”jelasnya pada Rabu (14/6/2017) di Kota Semarang.

Di mulai dari Brebes, Hadi mengatakan Salah satu titik keran primer kemacetan di wilayah Brebes adalah Tol Pejagan. Dia mengatakan, perlu pengaturan yang tepat termasuk pemanfaatan jalur tol fungsional.”Keran macet primer salah satunya di exit Pejagan. Kapan saatnya akan diluruskan ke arah tol fungsional arah Pemalang. Kapan diarahkan ke selatan ke arah Purwokerto. Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang dan Kendal sampai pada ujungnya fungsional Weleri,” jelas dia.

Hadi menyebut pada tahun ini pemerintah sudah mengantisipasi potensi kemacetan di wilayah Brebes dengan pembangunan empat flyover, yakni Dermoleng, Klonengan, Kesambi dan Kretek.

Selain itu, salah satu potensi macet di wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat ini adalah adanya empat pasar tumpah, masing-masing adalah Pasar Losari, Bulakamba, dan Pasar Induk Brebes yang terletak di Jalur Pantura. Sedangkan satu titik lainnya berada di di jalur tengah atau di wilayah Brebes Selatan yakni Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong.

“Angkutan umum yang parkir sembarangan, andong serta becak diperkirakan juga menjadi hambatan kelancaran arus mudik, sehingga kami berharap pihak terkait, seperti Polda Jateng, Dishub untuk mengantisipasi potensi macet di titik ini, seperti pemasangan pembatas di tengah jalan dan kesediaan petugas juga akan disiagakan," ungkapnya.

Selain pasar tumpah, menurut Hadi titik kemacetan ada di persimpangan Brebes Timur. Titik itu menjadi satu simpul kemacetan yang cukup parah pada masa mudik Lebaran tahun lalu."Di titik ini, penyebab kemacetannya yakni pertemuan antara kendaraan dari Tol Pejagan-Brebes Timur (Brexit) dan jalur arteri Pantura. Titik ini juga kerap didera kemacetan setiap libur panjang akhir pekan," tandasnya.

Berlanjut ke wilayah Tegal, titik simpul kemacetan arus lalu lintas dari arah Jakarta-Semarang diprediksi bergeser dari exit tol Brebes Timur ke wilayah Pantura Tegal dan Pantura Pekalongan.

Sehingga, perlu langkah antisipasi, seperti menggunakan jalur lingkar utara (Jalingkut) Kota Tegal. Jalur itu nantinya akan digunakan sebagai jalur alternatif untuk pengalihan arus kendaraan jika di jalur Pantura padat merayap. Skema jalur alternatif yang dipersiapkan itu bagi kendaraan yang keluar dari pintu Tol Brexit. Kendaraan yang harusnya melewati pantura bisa diurai dengan mengalihkan sebagian kendaraan melewati Jalingkut.

Di wilayah Pekalongan, titik kemacetan diprediksi berada di wilayah kota. Padahal, Kota Pekalongan sampai saat ini tidak punya jalur lingkar. Jalur lingkar utara (Jalingkut) Petanglong yang sudah direncanakan pun baru tahap pembebasan lahan.

“Pemudik yang terjebak macet di wilayah Pemalang-Pekalongan, bisa menggunakan akses ke jalur selatan, melalui Purbalingga. Lalu di tengahnya bisa lewat Bantar Bolang (Pemalang), lalu nanti tembus ke Kesesi (Kabupaten Pekalongan. Kalau tidak begitu, diprediksi akan terjadi kemacetan luar biasa di jalur pantura Kota Pekalongan,”ungkap legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Prediksi titik macet pada mudik Lebaran kali ini juga kemungkinan besar akan terjadi di pintu keluar jalan tol di Gringsing, Kabupaten Batang.“Gringsing ini diperkirakan akan menjadi salah satu titik kemacetan yang harus diantisipasi,” katanya.

Menurut dia, sejumlah persiapan dilakukan harus terus dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya kemacetan panjang di pintu keluar tol Brebes Timur pada Lebaran 2016. Ia menuturkan ada sejumlah pintu tol yang disiapkan sepanjang tol Brebes Timur hingga Gringsing sepanjang 110 kilometer.“Diharapkan banyak kendaraan yang sudah keluar di pintu-pintu tol tersebut sebelum sampai Gringsing, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan,” katanya.

Namun demikian, dengan adanya jalan tol fungsional tersebut, Hadi mengatakan bahwa fasilitas belum baik, semisal belum ada penerangan jalan di ruas tersebut yang akan diupayakan untuk memasang penerangan sementara. “Kami berharap mudik kali ini tidak terlalu macet, dan mudah-mudahan Gringsing tidak seperti Brexit tahun lalu,” katanya lagi.

Hadi juga meminta para pemudik untuk tetap menggunakan jalur pantura sebagai jalur mudik utama Lebaran 2017 yang diprediksi mencapai puncaknya pada tanggal 23-24 Juni 2017. “Jalur pantura tetap kami rekomendasikan sebagai jalur utama mudik, dan kedua adalah jalur alternatif, sementara jalur tol fungsional sebagai alternatif terkahir,”pungkasnya.