img

Ruh yang Menggemuruh [Catatan Perempuan Siaga]

img

Ekspresi semangat peserta dengan melompat menyambut seruan panitia pelatihan perempuan siaga PKS Jateng (PKS Foto - Tim)

Banyak yel-yel yang diajarkan ke peserta meski pemandu sang Komandan agak agak grogi di hadapan emak emak yang imut imut moga nggak amit amit deh.

Ada juga materi wawasan kebangsaan dan kenegaraan. Ada nasyid Barisan Puteri Keadilan yang benar benar menggerakkan jiwa karena diaransemen oleh Amri Maidani Si Jiwa

Alhamdulillah kutak berhenti bersyukur dan memuji Allah karena cuaca mendung di pagi hari....menjelang dhuhur sedikit terik. Habs dhuhur Allah menurunkan hujan untuk menyejukan kami... Teringat hujan yang turun di perang Badar yang mengokohkan kaki.

Luar biasa senengnya emak emak hujanan kayak kids zaman old. Memang sih.

Bahkan ada emak-emak yang bs tidur super pules sambil duduk lengkap dengan mantelnya. Ya Allah berkahilah.

Mengingat kondisi sampai acara selesai saya sering istirahat duduk. Hal itu karena rn lutut dan boyok lagi kurang bersahabat. Namun saya tidak mengeluh. Jadi ingat Amru bin Jamuh yang pincang kakinya tapi ingin menginjak surga. Allahu Akbar!

Saya sangat bersyukur meski dalam kondisi keterbatasan Alhamdulillah bisa ikut acara demi acara sampai selesai.

Ruh yang Menggemuruh

Jiwa jiwa manusia itu seperti sebalion pasukan yang digerakkan....

Ini bukan hanya sebatalion namun 2.300 manusia yang dianggap lemah karena sebagian muslimah penunggu rumah sembari terus aktif di medan dakwah.

Sangat jelas bahwa ruh perjuangan para muslimah yang tak kenal lelah, para emak yang ingin selalu ada kebaikan tercetak,tercetakpara umi yang rajin mengaji, para ibu yang terus bergerak maju, sangat terasa, keikhlasan dalam pemahaman, ketaatan dalam kesyukuran,kesyukuranbersama pengorbanan dalam kecintaan, mereka bersama kafilah dakwah yang luar biasa

Salutnya tuh 2300 org tetapi mereka terus bertahan di guyuran hujan, di lapangan yang semakin menggenang seolah hendak menenggelamkan
Hanya dengan makan jagung rebus spirit mereka sama sekali tidak tergerus. Hanya dengan ubi rebus berkuah air hujan mereka tetap berdiri tegar menjadi pejuang keadilan.

Itulah LATANSA Kenangan indah di jalan dakwah. Memoar manis para aktivis.

LATANSA, benar benar mendapatkan partisipasi laris manis para muslimah daiyah.

Ya Allah kusyukuri nikmat ini.

Ya Allah inilah nutrisi tarbawi full gizi di tengah rasa laper perut.

Ya Allah Engkau Maha Memberikan apa yang kami butuhkan. Jiwa jiwa kepahlawanan dalam perjuangan dakwah.