img

Berduaan Menyusuri Wonogiri - Semarang [Catatan Perempuan Siaga]

img

Foto berdua bersama Suami yang telah rela mengantarkan Bu Iffah untuk mengikuti pelatihan perempuan siaga PKS Jateng dari wonogiri ke Semarang - (Foto Dokumen Pribadi)

Selalu ada hikmah di setiap takdir-Nya dan memang itu adalah milik seorang muslim yg dimanapun kita menemukannya. Maka kita dianjurkan untuk mengambilnya.. begitupun kejadian yg kualami hari ini.

berjuta makna yangg bisa kucerna. Hari Ahad, sedianya saya akan mengikuti latansa. Berbagai persiapan sudah jauh hari dilakukan untuk menyambutnya. Dari senam sampai prepare perkapnya, hingga malam menjelang keberangkatannya. Alarm sudah nyala, nitip pesan ke keluarga.

Jam 01.00 siap siaga... qodarulloh.. terlelap itu nyata.. sekeluarga kompak bangun bersama jam 02.30.. yaa Allah ..

jam 02.30 dan itu telah melewati alarm yg ada.. langsung kubuka hp ada miscall 7x, pesan wa dari teman - teman menanyakan kabar dan keadaanku.

Mencoba menapak alam nyata, ku pergi cuci muka dan kembali membuka pesan yang intinya. Teman - teman sudah berusaha menghubungiku, membangunkanku dan endingnya mereka sudah berangkat.

Aku ketinggalan rombongan

Lalu kucoba menghubungi beberapa teman yang mungkin masih tersisa, dan rombonganku yang sudah berangkatpun ternyata masih tetap menanyakan keadaanku. Berusaha mencarikan rombongan yang lain, menyuruhku untuk bersiap jika ada yang japri. 

Ada yang sudah mengucapkan tahniah, belasungkawa karena aku tertinggal rombongan. Menyuntikkan motivasi untuk mengikhlaskan semuanya, dan ternyata semua rombongan sudah berangkat.

"Nyepeda"  dari Wonogiri

Dan suamiku berkata, "kalau sudah tertinggal ya udah nda usah berangkat". Dan aku hanya diam belum berekspresi. Selanjutnya aku berfikir wonogiri-semarang adalah jarak yang tidak terlalu jauh. Pikiranku mengembara ketika masih kuliah ku pernah ke magelang, magetan, ngawi, sragen, karanganyar bersepeda. Kalau sekarang aku nyepeda lagi itu sangat mungkin.

Lalu kucoba meminta persetujuan suami, "mas tak berangkat nyepeda nggih...". suami masih diam, "sebentar tak sholat dulu" jawabnya.

Berduaan Menyusuri Wonogiri - Semarang

Selesai sholat suami bertanya perjalanan berapa jam untuk bisa sampai semarang. Aku menjawab 3 sampai 4 jam. Alhamdulillah, akhirnya suami bersedia mengantar walau sebenarnya bimbang karena pagi ini sudah ada agenda di GSB yang sudah disiapkan sejak malam plus ubo rampenya (Perlengkapannya). Akhirnya diputuskan itu ditunda untuk pekan depan saja. Ah, manis sekali suamiku ini ...

Akhirnya kami berangkat nyepeda berdua, anak - anak dititipkan simbah. Sampai masjid Sukoharjo rehat dulu untuk sholat subuh. Setelah sholat kita berdua melanjutkan perjalanan. sebelum menyalakan motor, suami membisikkan pesan, "jangan lupa dibantu dengan dzikir". "insha Allah jawabku." Tanpa disadari kami berjalan berduaan menyusuri Wonogiri - Semarang.

Bingung! Tak Tau Arah

Akhirnya perjalanan dilanjutkan, hingga memasuki ungaran sampai di rs ungaran kami kebingungan. Mengingat baru beberapa kali kami berdua pergi ke Semarang sendirian. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya kepada bapak - bapak yang sedang memompa sepeda dipinggir jalan. "Ngapunten pak, ngertos alamat niki?" Tanya kami.

Allahuakbar, nasrulloh, mungkin bapak itu dikirimkan Allah untuk menjadi petunjuk jalan kami. Bapak itu tidak hanya menjelaskan arah, tapi dengan suka rela akan mengantarkan kami. Karena beliau hendak melewati lokasi pelatihan perempuan siaga PKS Jateng. Sehingga kita diminta untuk mengikuti beliau dari belakang.

Dan akhirnya 10 menit kemudian kami sampai dilokasi sekitar pukul 06. 30 dan aku tidak terlambat. Acara belum dimulai masih registrasi, tak lupa kami mengucapkn terima kasih kepada bapak tadi. Dan akhirnya aku bisa bergabung dengan rombonganku.

Terima Kasih Abi, kau pahlawanku ...