img

Terima Kasih 1 Hari Itu, Suamiku [Catatan Perempuan Siaga]

img

Rombongan perempuan PKS dari Pati untuk ikut acara pelatihan perempuan siaga PKS Jateng di Bumper Candrabirawa Semarang - PKS Jateng

Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Se-Jawa Tengah 2017.
Begitulah saya membacanya pertama kali mendapatkan informasi di grup 'pekanan' Kami.
 
Seketika, ada rasa rindu.......
Ada memori yang kembali muncul, ketika terakhir ikutan acara sejenis khusus putri zaman kuliah dulu (sekitar tahun 2006-2007), tetiba semangat & ruh 10 tahun silam, kembali hadir, dan saya merasakan seakan melihat teman-teman di Kampus dulu. 
 
Seketika itu juga, ada keyakinan yang sangat kuat, bahwasannya teman-teman yang sudah menyebar kemana-mana, pastinya sangat merindukan acara seperti ini. Akhirnya, saya putuskan untuk menghubungi  Suami untuk bisa mendapatkan SIM (Surat Izin Mukhoyyam). Alhamdulillah SIM dapat, dan saya menyaksikan sendiri, bagaimana para 'akhawat-ummahat' ini berusaha untuk mendapatkan SIM. Dari Pati sendiri, yang bisa ikut ada 30 orang.
 
Dan geloranya semakin terasa, ketika Kami mendengar bahwa jumlah peserta sudah tembus sampai 2200 orang.
 
Persiapan untuk acara pun, terasa sekali 'kerja sama'-nya, mulai dari yang menawarkan sudah dapat tongkat, bendera, tali pramuka dll, yang akhirnya, beberapa orang bersedia untuk membelikan terlebih dahulu.
 
Hari yang dinanti pun tiba,
Saya membayangkan dari berbagai daerah di Jawa Tengah 'perempuan-perempuan ini datang'. Gerangan apakah yang menggerakan mereka untuk datang ke acara ini ? Tepatnya 2.300 mereka berkumpul, melebihi jumlah peserta Kemah Bakti Nusantara (Kembara) Bapak-Bapak.
 
Semangat & Ruh semakin kuat terasa ketika sudah berada di lokasi, sulit bagi saya untuk menemukan satu-satu teman-teman sewaktu di Purwokerto dulu. Tapi, Ruh ini... merasakan hal yang lebih luar biasa, yang berkumpul di sini, semuanya adalah saudara-saudara Kami......
 
Ya, berkumpulnya Kami di sini Karena Alloh jua-lah yang telah menyatukan hati-hati Kami....
Kecintaan akan jalan ini.....
Kerinduan akan 'semangat" yang bisa menghentakan 'kesadaran' Kami, di tengah tarikan kehidupan dunia yang luar biasa. .  
 
Sarapan hanya dengan kentang dan pisang rebus, dilanjut makan siangnya hanya dengan jagung rebus & ketela plus guyuran air hujan yang sangat deras, menjadi sarapan dan makan siang paling nikmat yang saya rasakan.
Ada senyuman yang terukir, ketika Kami menikmati setiap suapan ketela yang Kami masukan kedalam mulut kami. Ada senyuman yang sangat dalam maknanya, ketika biji-biji jagung ini Kami makan dengan lahapnya.
 
Di detik akhir, ketika penyematan syal, Kami terkejut, karena di tengah-tengah Kami, dari awal kegiatan sampai selesai ternyata ikut juga :
Istri Wakil ketua komisi X DPR RI, Isteri Wakil Bupati Sragen, Isteri Wakil Bupati Salatiga, Isteri Wakil Bupati Karanganyar
 
Gimana saya tidak bisa menahan air Mata, ketika 'kader dakwah' sudah dipercaya untuk memegang 'amal khidamy' yang lebih luas, tapi mereka tetap 'militan' untuk mengikuti acara-acara seperti ini. Ditambah Taujihat yang sangat mendalam dari Para Instruktur dan dari 'Our Leader' Presiden PKS Bapak M.Shohibul Iman.
 
O ya, di tengah derasnya air hujan, saya sempat juga mendengar dari pengeras suara :
".......Kepada Bapak.....ditunggu di Sumber suara, ada titipan 'ASIP' (ASI perahan) untuk Ananda.....".
 
"Jangan bosan untuk selalu melakukan dan bersama dengan kebaikan. Kenapa ? Karena mereka yang melakukan kerusakan pun tidak pernah bosan untuk melakukan perbuatan yang jelas sangat merugikan sekitarnya. Lalu kenapa Kita yang berbuat baik harus menyerah ? Justru, Kita harus mempersiapkan energi yang lebih besar lagi. Bukankah negeri dan Dien ini, lebih Kita cintai dari diri Kita sendiri ?"
 
Terimakasih Kami untuk Para Suami, yang Ahad kemarin, akhirnya menjadi 'Hari Ayah momong Anak Se-Jateng'