img

Keikhlasan Ketua DPC 3 Periode [Cerita Mereka]

img

Pak Hartono Ketua DPC PKS Semarang Tengah 3 periode

Gemeteran, sesaat membaca kabar Pak Hartono di larikan ke rumah sakit karena serangan Jantung. Karena saya mengenal beliau orang yang energik. Cukup khawatir, karena serangan jantung bukan sakit yang biasa seperti sakit tipes. Beliau tidak hanya tulang punggung keluarganya, tapi juga tulang punggung dakwah di kecamatan semarang tengah. Karena posisi saya yang tidak tepat, saya juga sangat menyesal tidak bisa menjenguknya waktu itu, hanya bisa mencari info bagaimana keadaan beliau.

Alhamdulillah, saya senang mendengar kabar beliau semakin baik dan semakin pulih. Usia beliau sekarang 46 tahun. Sekarang juga masih cek rutin dan beberapa kali saya bertemu beliau saat terapi Avasin di Demak, anak saya kebetulan juga sedang terapi di tempat yang sama setiap minggunya.

Dari beliau saya kira tempat belajar yang sempurna tentang apa itu makna ikhlas. ikhlas adalah sesuatu hal yang penting setelah ilmu. Tanpa Ikhlas, amal juga tiada artinya. Dan dengan Ikhlas, sebagai dai juga bisa bertahan dalam ujian, kuat beristiqomah.

Kenapa saya katakan Ikhlas, beliau istiqomah dalam berjuang, konsisten, menjadi Ketua DPC PKS Semarang Tengah selama 3 periode, hampir 8 tahun. Bukan anggota dewan 3 periode, ketua dpc kawan..., Ketua DPC jangan di lihat sebagai jabatan. Ketua DPC lebih pada sebagai prajurit "perang" meskipun disebut ketua. Ketua DPC di PKS pada dasarnya bukan pekerjaan leader, tapi lebih pekerjaan teknis pada dasarnya, ujung tombak dan terkadang ujung tombok.

Beliau menjadi ketua DPC PKS selama itu bukan karena ambisi, karena tidak ada yang bisa dinikmati karena posisi itu. yang ada berjuang dan berjuang. Beliau berada disitu karena ditugaskan, tidak dibayar, tapi memiliki beban tugas. Saya kira berbeda dengan jabatan pejabat publik. mungkin sama-sama berjuang tapi pejabat publik mendapatkan gaji dari negara, tidak heran jika kadang menyilaukan dan pengennya lagi, lagi dan lagi.

Dalam hati pernah berfikir, kok ya tega mengamanahkan beliau sebagai ketua dpc selama itu, mengingat beliau juga telah berkepala empat, tapi mungkin karena tidak ada pilihan, keterbatasan kader.

Meskipun menjadi ketua DPC dalam waktu lama, beliau ikhlas saja dalam menjalaninya. Tidak merasa kecil hati. Beliau juga terlihat tidak ada rasa bosan. Saya menyimpulkan ini, melihat di periode terakhir masa jabatannya di dpc, beliau masih asik dengan banyak kegiatan. Salah satunya adalah mengadakan acara warung sembako murah keliling yang dilaksanakan 2 minggu sekali. Energi yang luar biasa, energi keimanan.

Yang saya sulit mencontoh beliau adalah kalemnya, tidak banyak bicara, tapi berusaha bekerja sebaik mungkin. Saya sangat memberikan apresiasi, 8 tahun beliau menjadi ketua DPC ada progres peningkatan jumlah kader. ya tentu saja itu bukan hanya kerja beliau, ada dukungan dari kader yang lain, tetapi, menjadi ketua DPC 8 tahun bukanlah yang mudah. Saya kira salah satu keberhasilannya adalah ketika muncul ketua DPC baru setelah 8 tahun itu tidak ada pejuang baru. Beliau ada yang menggantikan.

Dari apa yang sudah beliau kerjakan, beliau tidak menuntut kembali, beliau melanjutkan kehidupan sebagaimana biasa, berjualan sepatu dan alat olahraga di pasar, membantu warung padang kecil-kecilan milik mertua. Beliau cukup bahagia dengan keempat anaknya, satu sudah mulai beranjak remaja, dan 3 adiknya yang masih kecil-kecil, di rumah mungil yang hanya ada satu kamar itu...., sederhana tapi bercahaya dengan rahmat Allah, Amin.....