img

Rodhi: Bongkar Gerbang Tol Tembalang untuk Kurangi Kemacetan di Kota Semarang

img

Ir Muhammad Rodhi anggota Komisi C DPRD Jateng.

SEMARANG, PKS Jateng Online – Kemacetan yang sering terjadi di gerbang tol Tembalang, Kota Semarang mendapatkan perhatian dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Muhammad Rodhi menilai salah satu solusi untuk mengurangi angka kemacetan di tol tersebut adalah dengan membongkar gerbang tol.

“Meski ini aset Jateng yang jadi bagian dari aspirasi di Komisi C, bongkar saja, solusi yang paling efektif saat ini gerbang tol Tembalang ya dibongkar, tidak ada gerbang tol di kawasan tersebut,”kata Rodhi dalam keterangannya Rabu (27/12/2017) di Kota Semarang.

Sebagaimana diketahui, jalur ini menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Semarang. Kemacetan semakin bertambah parah saat libur panjang, mobil, truk, bus berada di gerbang tol Tembalang.

 Disisi lain, pengemudi yang tidak sadar berlalu lintas semakin memperparah kemacetan karena saling menyerobot tanpa memperhitungkan keselamatan dan kesabaran pengemudi lain.

Dia menuturkan bahwa saat ini, kondisi gerbang tol tersebut menjadi titik kemacetan paling sering di Semarang.

“Kendaraan dengan ketinggian diatas dua meter harus belok ke arah kiri, padahal didepannya ada kendaraan kecil yang hendak lewat, saya kira ini menjadi polemik,”ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Lebih lanjut, Rodhi menuturkan bahwa meskipun beda pengelolaan perusahaan dengan tol lain, dia mengatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah. 

“Saya kira tinggal masalah teknis, apalagi sekarang semuanya pakai Gerbang Tol Otomatis (GTO) sehingga penggunaannya lebih mudah, semuanya pakai kartu, mau masuk ke tol bisa dibuatkan pintu masuk dari arah perintis kemerdekaan, dengan disisasati dengan dibuatkan bangunan yang setelah swalayan, ada pintu gerbang, nanti bisa keluar di gerbang tol Manyaran, , ”jelasnya.

Dia mengatakan bahwa hal teknis ini sebenarnya terkait pengelolaannya di lapangan. Utamanya dari sisi pendapatan, dia menuturkan bahwa hal ini bisa dibicarakan.

“Pendapatan, ketika tol ini di jadikan satu, meskipun pengelolanya berbeda-beda, tinggal teknis pengelolaan keuangan saja,”Kata legislator asal Kota Surakarta ini.

Sementara, dari sisi pendapatan yang lain, Rodhi menuturkan hal ini ada kaitannya dengan kenyamanan para penggguna jalan tol.

“Jika jalan tersebut dibongkar atau di off-kan, pengguna jalan akan menggunakan dengan lancar dan nyaman, secara tidak langsung saya kira akan mempengaruhi peningkatan pendapatan,”pungkasnya.