img

Hidayat Tokoh Islam yang Moderat [Serial Capres]

img

OLEH: Arka Atmaja (Relawan Literasi PKS)

Nama besar PKS tentu tidak bisa dilepaskan dengan seorang tokoh Islam yang flamboyan dan moderat ini, ia adalah Hidayat Nur Wahid. Tak diragukan, beliau adalah tokoh Islam yang bisa di terima disemua kalangan.

Tak heran, Ustad Dayat mampu mengembangkan jaringan PKS yang awalnya kecil menjadi sangat luas melalui budaya silaturahmi dengan membawa keindahan politik kesantunan.

Al hasil, PKS mengalami lonjakan besar dalam pemilu 2014 dimana beliau memimpin saat itu. 1999 PK tak masuk ET, tapi 2014 dengan wajah baru, PKS mampu menjadi partai Islam terbesar.

Ustad dayat berhasil membangun citra partai yang bersih, peduli dan juga santun. Budaya ini juga berhasil ditularkan, hadir disemua level kader. Tak ayal, publik jatuh cinta, PKS bahkan menang di Ibu Kota. Prestasi beliau dalam membangun partai sudah terlihat jelas buktinya.

Bicara kenegarawanan, Ustad Dayat tak perlu di ragukan. Menjadi ketua MPR, tak mau rangkap jabatan, beliau langsung mundur dari Presiden Partai. Fokus terhadap pengabdian kepada Negara. Kehadiran beliau di kursi MPR memberikan warna tersendiri. Citra positif pejabat tinggi negara yang religius sekaligus negarawan.

Nasionalis ada dalam jiwa HNW. Sudah tak terhitung berapa daerah di Seluruh Indonesia yang beliau kunjungi, mengajak seluruh elemen bangsa menjaga Pancasila dan NKRI saat beliau menjabat ketua MPR dan sekarang Wakil Ketua MPR.

Jika sekarang banyak politisi pencitraan hidup sederhana, jauh sebelum mereka memamerkan kesederhanaan, Ustad Dayat adalah sosok politisi yang sudah mempraktekan kesederhanaan itu sejak dulu. Tapi sorot camera tak pernah fokus kepadanya, ia juga tak berupaya untuk itu. Namun dalam praktek anda akan rasakan saat bertemu dengannya. Tak ada barang mewah mengiasinya, tak ada batu akik di jari tangannya.

Tokoh Islam Moderat seperti Hidayat Nur Wahid adalah sosok yang bisa memberikan solusi ketegangan antara Islamis dan "Negara". Tak bisa di pungkiri Islam adalah mayoritas, namun juga butuh sosok negarawanan yang mampu merangkul yang mayoritas agar menjaga ke Bhinekaan.