img

DPRD Jateng: Jangan Paksakan Mudik Lewat Jalan Tol

img

SEMARANG, PKS Jateng Online – Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso mengimbau kepada seluruh pemudik yang hendak melaksanakan rutinitas mudik dari Jakarta ke Jawa Tengah tidak memaksakan dirinya untuk menggunakan jalur tol mudik. Hal itu dikarenakan belum sepenuhnya ruas tol Jakarta-Surabaya berfungsi secara penuh atau operasional.

“Tahun ini ada pperasionalisasi jalan tol pantura untuk mudik, pasti orang Jabodetabek ingin merasakan jalan tol dari Jakarta ke Solo, atau bahkan sampai Mantingan, tapi jangan paksakan lewat tol, karena jika berangkat dari Jakarta, cek waze, google maps dan social media, nanti menemui adanya kemacetan di tol karena belum sepenuhnya tol berfungsi secara operasional,”katanya dalam keterangannya Selasa (5/6/2018) di Kota Semarang.

Namun demikian, kata Hadi, dirinya meyilahkan kepada pemudik untuk mencoba jalur tol baru yang dibuat melintas di Jateng, diantaranya Pejagan-Pemalang, Pemalang-Semarang, Semarang-Colomadu.

“Bagi yang mudik lewat tol yang baru silahkan dicoba, untuk rute Jakarta-cikarang, Cikarang- Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang dan Semarang-Salatiga, semuanya sudah operasionalnya, siapkan kartu tolnya,”ujarnya.

Dia mengatakan bahwa untuk tarif tol Jakarta-Palimanan sekitar Rp118 ribu, rute tol Palimanan-Pemalang sekitar Rp90 ribu, Pejagan-Pemalang Rp57 ribu dan Semarang-Salatiga Rp42 ribu. "Tapi hati-hati sampai H-2 jembatan Kalikuto di perbatasan Kendal Batang blm bisa dilalui, harus keluar di underpass Gringsing, masuk pantura 500 meter lalu masuk lg tol di weleri," lanjutnya.

Untuk tol Batang-Semarang baru bisa digunakan satu jalur untuk 2 lajur mobil. H-7 dr Barat ke Timur dan H+7 sebaliknya. Bahkan kecepatan yang disarankan sekitar 40 km/jam. Sedangkan rest area ada banyak dan ada depo BBM tiap 10 km.

“Untuk ruas tol Batang-Semarang, itu masih fungsional, belum operasional, artinya meskipun jalannya sudah bagus tapi belum berbayar, bisa dilewati, namun belum di verifikasi, di tol Batang-Semarang ini baru bisa satu arah, kemudain tol semarang-salatiga, operasional sudah disiapkan kartu tolnya dengan biaya Rp42 ribu,”jelas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Selanjutnya, kata Hadi, tol ruas Salatiga-Colomadu masih merupakan jalur tol fungsional karena belum ada pintu tolnya. Dia juga menyebut jalur ini hanya berlaku satu arah saja, baik dari arah Salatiga-Colomadu atau sebaliknya.

“Disitu masih banyak yang belum sempurna, masih tanah dan agak semi-semi berdebu. Ada lima jembatan yang dikerjakan, ditaregtkan pada H-7 Lebaran sudah bisa digunakan fungsional,”katanya lagi.

Selain itu, Hadi menyebut pemudik yang hendak menggunakan jalur tol juga perlu mewaspadai di beberapa titik ada tundaan. Jika ada kondisi demikian, dia mengimbau pemudik untuk segera keluar ke jalan Pantura atau jalan tengah yang sudah lebih kondusif.

Manfaatkan Pantura

Selain tol pemudik juga bisa menggunakan ruas Pantura yang saat ini dalam kondisi bagus, ada sedikit permasalahan di beberapa titik pembangunan jalan. " Tol Kaligawe sampai pertigaan genuk jadi titik kemacetan yang harus hati-hati," lanjutnya.

Untuk ruas tol alternatif Pantura, meliputi Bantarsari-ketanggungan-slawi-randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran dalam kondisi siap.

Demikian pula untuk para pumudik ke Purworejo, Magelang, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri sebaiknya mencoba Jalur Lintas Selatan dan jalan Selatan - Selatan. "Semua dalam kondisi mulus dan penuh destinasi wisata baru,"pungkasnya.