img

Berdiri di Atas Tanah Rawan, Dewan Minta Pemerintah Tinjau BTS di Wadaslintang

img

SEMARANG, PKS Jateng Online - Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Jamaluddin meminta Pemerintah dengan pihak terkait meninjau ulang menara telekomunikasi (BTS) yang dibangun PT Indosat di Kelurahan wadaslintang, RT/RW 03/01 Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo.

Menurut Jamal, saat dirinya belum lama ini meninjau BTS tersebut, rupanha menuai protes karena dinilai dengan kondisi tanah bergerak bangunan bisa roboh dan berbahaya ke perumahan sekitar.

Selain itu, kata dia, kondisi BTS yang berdiri di antara pemukiman warga dengan ketinggian 100 meter yang terkena dampak longsor, kondisi ini membuat warga merasa ketakutan dan khawatir akan keselamatan warga sekitar kalo BTS bisa roboh.

Sehingga, dalam rapat warga masyarakat RT 03 RW 01 kelurahan wadaslintang kecamatan wadaslintang membuahkan hasil menolak perpanjangan operasional kegiatan BTS dan meminta penghentian seluruh kegiatan operasional BTS serta pembongkaran fisik keseluruhan BTS.

"Keselamatan warga sekitar BTS harus menjadi prioritas, saya berharap BMKG dan pemerintah terkait untuk meninjau langsung ke lokasi berdirinya BTS telp seluler di wadaslintang, apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan,"kata dia dalam keterangannya di Kota Semarang, Jumat (16/11/2018).

Lebih lanjut, dia mengatakan BTS tersebut harus diteliti apakah pendirian BTS sudah sesuai aturan yang berlaku, dimana persetujuan dari warga setempat menjadi point penting, dan ditinjau juga peraturan masalah RTRW di pemkab terkait jarak BTS dengan Pemukiman warga.

“Kalau di temukan ada unsur pelanggaran dari pihak prusahaan, maka pemerintah harus memenuhi keinginan warga sekitar,"tandasnya.

Dia mengungkapkan, setelah ada laporan masuk, dirinya segera meninjau langsung ke lapangan dan mendengarkan keluhan dari warga.

"Memang kontruksi tanahnya bergerak, dan rawan sekali longsor, dan dampak parahnya BTS setinggi 100 m itu, akan rubuh dan mengenai pemukiman warga, hal inilah yang menyebabkan warga merasa ketakutan dan was-was,"pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.