img

PKS Ajak Gunakan Momentum Tahun Baru Berdoa untuk Bangsa

img

Ketua DPW PKS Jateng Fikri Faqih mengajak masyarakat menggunakan momentum tahun baru untuk berdoa bagi negeri.

 
SEMARANG, PKS JATENG Online - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah Fikri Faqih mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tahun baru untuk berdoa bagi bangsa. Salahsatunya karena banyaknya musibah yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
 
Fikri menyebut, pada bulan Agustus Lombok diguncang gempa,pada bulan September Palu dan Donggala mengalami gempa dan tsunami, dan tsunami Selat sunda yang baru-baru saja terjadi.
 
"Di pergantian tahun ini, masih banyak saudara-saudara kita disana yang merasakan kesedihan. Kehilangan anggota keluarga, tidak punya tempat berteduh, terbatasnya bahan makanan. Mari kita mendoakan mereka." ujar Fikri di sela acara Shalawat dan Tahlil di kantor DPW PKS Jateng.
 
Ia juga berharap masyarakat bisa meringankan beban korban tsunami Selat Sunda dengan mengadakan penggalangan dana sebagai bentuk empati.
 
"Tahun baru harus kita isi dengan kegiatan yang positif. Bisa melakukan penggalangan dana, bisa melalui lembaga sosial. Kami juga menerima donasi untuk korban." imbuhnya.
 
Secara khusus, Fikri mennyebut PKS Jateng terus berusaha membantu upaya penanganan bencana tsunami di Selat Sunda salahsatunya dengan mengirim relawan dan logistik gelombang pertama untuk membantu korban tsunami. Pihaknya juga tengah menyiapkan pengiriman tim relawan dan logistik berikutnya ke daerah bencana."Gelombang pertama bantuan sudah kami kirimkan." tandasnya.
 
Selain itu, PKS Jateng juga menggelar Shalawat dan Tahlil di kantor DPW PKS Jateng Senin (31/12) malam. Pembacaan shalawat dan tahlil ini dipimpin oleh Habib Muhammad Nagib bin Hamid Syahab dan Habib Muhammad Novel Al Jufry. Turut hadir pula Ketua Majelis Syuro Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera Habib Salim Segaf Al Jufry.
 
" Kami juga terus mendoakan para korban dengan menggelar Shalawat dan Tahlil untuk korban bencana tsunami Selat Sunda." pungkasnya.