img

Caleg PKS ini Bawa Sampah Saat Kampanye

img

Ika Yudha Sedang memberikan materi tentang mengelola sampah untuk menjadi barang yang lebih berguna

SEMARANG, PKS Jateng Online – Persoalan sampah di kota Semarang bukanlah hal yang baru. Kota Semarang sendiri memproduksi sekitar 800 ton sampah setiap harinya.

Namun, rata rata sampah yang mampu terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang hanya sekitar 750 ton setiap harinya. Tidak hanya itu, kapasitas untuk pengelolaan sampah hanya mampu mengolah sekitar 400 ton saja per harinya.

Berangkat dari persoalan tersebut, seorang perempuan bernama Ika Yudha Kurniasari mendirikan Bank Sampah. Bank Sampah ini diberi nama Bank Sampah Resik Becik yang berarti gerakan bersih dan kreatif bersama ciptakan kemakmuran.

Didirikan pada tanggal 15 Januari 2012, Bank Sampah ini sudah mempunyai nasabah lebih dari 300 orang. Selain bertujuan untuk membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah, Bank Sampah ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang betapa pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Ika Yudha adalah salah satu diantara sedikit perempuan yang terus peduli persoalan sampah. Perempuan yang kini menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Daerah Pemilihan I Jateng ini merupakan pendiri Bank Sampah Resik Becik.

“Saya pendiri Bank Sampah Resik Becik, dan sampai saat ini sampah masih menjadi masalah yang belum terselesaikan, karena perlu keterlibatan semua pihak serta keseriusan dan gerakan bersama untuk ciptakan lingkungan yang lebih sehat,”kata dia saat berbincang pada Jumat (15/3/2019).

Lebih lanjut, Ika Yudha mengatakan di Kota Semarang, angka penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih tinggi bisa ditekan dengan lebih peduli kepada lingkungan.

Perempuan yang kini maju menjadi salah satu Caleg dari PKS di DP I Jateng, yakni Kota Semarang ini berjanji saat duduk di parlemen akan terus fokus untuk peduli terhadap persoalan sampah.

“Yang jelas menggeluti bank sampah dan kreasi daur ulang sejak 2012, sehingga pada saat ada peluang yang lebih luas, maka konsentrasi pada pemberdayaan perempuan, lingkungan dan ekonomi kreatif bisa semakin diperjuangkan, semoga kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat,”pungkasnya.