img

Wakil Ketua DPRD Jateng: Karyawan dan Pengusaha Harus Dilindungi Haknya

img

GROBOGAN – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ahmadi melakukan kunjungan ke PT Holi Karya Sakti di Kabupaten Grobogan pada Selasa (14/5/2019). Kedatangannya dalam rangka menemui pemilik perusahaan terkait aspirasi di perusahaan tersebut.

Sebagai informasi, PT Holi Karya Sakti adalah perusahan yang memproduksi sarung tangan olahraga berkualitas internasional dengan jumlah karyawan 1.500 orang, yang semula pabriknya berlokasi di Penggaron kini pindah ke Tegowanu. Dari kondisi itu, sebanyak 335 orang karyawan memilih mengundurkan diri daripada menempuh jarak yang terlalu jauh.

Ahmadi didampingi rombongan komisi E DPRD Jateng dan juga perwakilan dinas tenaga kerja provinsi Jawa Tengah.

Adapun agenda adalah mendengarkan aspirasi dari pengusaha pemilik PT karya sakti , setelah sebelumnya menerima rombongan karyawan PT karya sakti di DPRD yang meminta untuk di PHK.

“Jadi, sebelumnya pabrik berlokasi di Penggaron, kemudian dipindahkan ke Grobogan, karyawan meminta berhenti terkait lokasi serta UMR Grobogan yang berbeda dengan kota Semarang, sedangkan perusahaan keberatan jika harus PHK, karena akan keluar biaya yang besar,”katanya.

Ahmadi mengungkapkan pekerjaan di pabrik tidak mudah untuk dicari penggantinya karena membutuhkan keahlian khusus. Sehingga atas hal itu, dia berharap karyawan tetap bekerja seperti biasanya dengan fasilitas yang layak.

Lebih lanjut, Ahmadi mengharapkan masalah yang melanda itu segera terselesaikan karena menyangkut kesejahteraan pekerja yang cukup membuat polemik.

Ahmadi mengatakan, baik jajaran direksi maupun perwakilan pekerja bisa menempuh jalur tengah secara kekeluargaan, mengingat memasuki musim libur lebaran dimana kebutuhan meningkat. Disisi lain, tuntutan mengenai PHK terus bergejolak dan tuntutan lainnya roda dunia usaha harus terus berjalan.

“Pemindahan perusahaan itu tentunya membawa dampak negatif, yang menjadi tuntutan utama adalah perbedaan nilai UMR dirasa sangat berbeda. Yang terjadi di PT Holi Karya Sejati perlu adanya mediasi jalan tengah diskusi antara perwakilan pekerja dengan jajaran direksi. Segera diproses karena memasuki musim libur lebaran. Tuntutan boleh dilakukan tapi roda usaha harus tetap berjalan,”jelas dia.

Atas hal itu, Ahmadi menghimbau kepada perusahaan dan karyawan untuk terus berkomunikasi agar tercapai kesepakatan yang baik.

“Diperlukan komunikasi yang lebih dalam atau dari hati ke hati, antara pemilik pabrik serta karyawan, aagar tercapai kesepakatan yang baik, karena baik karyawan serta pengusaha sama-sama harus dilindungi hak-haknya,”pungkasnya.