img

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Apresiasi Pembangunan Dua Embung di Pracimantoro Wonogiri

img

Hadi Santoso saat berada di Embung Doya. (Foto: Facebook Hadi Santoso)

SEMARANG, PKS Jateng Online – Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso mengapresiasi pembangunan dua embung di kawasan kars Gunung Sewu di Kabupaten Wonogiri. Dua embung tersebut adalah Embung Mesu di Desa Sumberagung dan Embung Doya di Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

“Ini sebagai sebuah ikhtiar untuk mengurangi kekeringan di kawasan kars gunung sewu, perubahan desain dari embung resapan menjadi embung tampungan, merubah dari alas tanah ke geomembran adalah pilihan untuk bisa meringankan beban kekeringan masyarakat,”kata dia pada Selasa (20/8/2019) di Kota Semarang.

Lebih lanjut, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan tinggal bagaimana kedepan Pemerintah Provinsi memanfaatkan embung tersebut sebagai air yang layak dikonsumsi.

“Kalau biasa kita melihat bak tampung atau torn air disetiap rumah warga, Pemerintah Provinsi saat ini menyiapkan tampungan raksasa bagi masyarakat, tinggal bicara bagaimana agar air yang masuk layak konsumsi, tidak cepat bocor serta tidak jadi kuburan masal hewan liar,”ungkapnya.

Menurut Hadi, desain sudah dilengkapi bak penyaring dan pengendap. Namun agar ada proses filterisasi sederhana, juga perlu ada tangga naik bagi ular dan atau binatang buas yang terperosok masuk kedalam. “Tentu ini bukan pilihan terbaik sebagai solusi, tapi adalah pilihan paling mungkin dari sekian banyak alternatif,”tandas dia.

Pembangunan kedua embung tersebut diharapkan bisa mengatasi kelangkaan air saat musim kemarau di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Khusus embung Doya, memiliki kapasitas 270.000 meter kubik tersebut difungsikan sebagai penampungan raksasa penadah air hujan dan aliran air di lokasi tersebut. Embung dibangun dengan konstruksi geomembran supaya tidak terjadi resapan air ke dalam tanah.