img

Kemah Kebangsaan PKS, "Jadi Kader Partai Kok Gitu-Gitu Amat"

img

Kemah Kebangsaan 2019. (Foto : RPF Jateng)

Mereka datang dari berbagai Kabupaten dan Kota dengan dana pribadi. Ada yang pakai motor, pakai mobil pribadi bahkan ada yang menyewa bus. Sesampainya di lokasi diharuskan untuk membayar registrasi peserta. Lagi-lagi pakai uang pribadi.

Di lokasi kemah, mereka dijemur berjam-jam dari pagi sampai siang hari. Lagi musim kemarau, panas banget, dipinggir pantai.

Jadwal acara begitu padat, biasanya tidur 6 - 8 jam, di sana cuma dikasih waktu tidur 2 - 4 jam dan harus siap siaga menyambut seruan peluit panitia. Tidur juga terserah dimana. Ngga ada tenda, semua "berceceran" di tengah lapang.

Belum lagi ada acara longmarch, berjalan kali belasan kilometer selama 8 jam. Dan 2 jam terakhir berjalan di atas pasir pantai (kemeng tenan sikile).

Peserta bukan hanya anak muda tetapi juga ada mbah-mbah yang usianya di atas 50 tahun. Pesertanya bukan hanya yang berbadan atletis tapi juga yang perutnya buncit (kebayang 8 jam jalan kaki sambil bawa galon di perut).

Ending pulangnya juga ngga dapat apa-apa. Ngga kaya sebelah bisa dapat seragam doreng-doreng yang garang dan keren. Boro-boro seragam, kaos wae ngga oleh iki.

Tapi anehnya mereka begitu ceria. Terlihat dari tawa dan canda selama mengikuti acara. Bahkan mereka tepuk tangan saat penutupan dan panitia bilang, "Sampai jumpa tahun depan".

Entah apa yang merasukimu Kader PKS? Kok yo podo gelem..

 

*Catatan Kemah Kebangsaan di Pantai Dewaruci Purworejo. 12 - 13 Oktober 2019