img

Perkokoh peran Keluarga, PKS Surakarta gelar Pelatihan Ketahanan Keluarga

img

Pelatihan Ketahanan Keluarga PKS Kota Surakarta [Foto:Humas]

Surakarta, PKS Jateng Online—Dalam rangka menguatkan peran keluarga kader secara internal dan juga eksternal, Bidang Perempuan (Bidpuan) Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surakarta menyelenggarakan Pelatihan Ketahanan Keluarga, Ahad (10/3 di Gedung DPRD Kota Surakarta.

Menurut Ketua Bidpuan DPD PKS Surakarta, Hastati Pamiluwati, agenda ini diharapkan menjadi titik balik kesolidan keluarga kader. Ia juga menyampaikan harapannya agar keluarga dakwah mampu mengoptimalkan peran dalam memberi manfaat kepada masyarakat, yang diawali mensolidkan keluarga.

“Sekarang ini kasus dalam rumah tangga sangat banyak. Memprihatinkan jika permasalahan-permasalahan tersebut tidak dikelola dan berujung pada perpisahan. Apa jadinya jika keluarga kader seperti itu? Tentu agenda dakwah akan terganggu jika internal (keluarga) bermasalah” terangnya.

Pelatihan tersebut dibagi ke dalam dua sesi, untuk pasangan keluarga usia 0-5 tahun dan untuk pasangan usia 5,1 - 10 tahun.

Lebih lanjut Djatmiko, pemerhati masalah keluarga yang menjadi pembicara dalam pelatihan ini, menyampaikan bahwa sangat penting membangun komunikasi interaktif antar anggota keluarga, baik antara suami dengan istri maupun dengan anak.

“Yang harus diingat, setiap manusia diciptakan dengan keunikan dan karakteristik masing-masing, sehingga diperlukan pembiasaan untuk bisa saling memahami. Kuncinya adalah komunikasi. Komunikasi akan menciptakan keharmonisan, yaitu hubungan yang mensinergikan perbedaan dan keunikan menjadi sesuatu yang selaras dan menyenangkan” paparnya.

Sesi berikutnya menghadirkan ketua KPPA Benih Surakarta, Robi’ah Al Adawiyah sebagai pemateri. Di awal, ummahat yang biasa disapa Bu Vida ini mengingatkan kembali tentang visi pernikahan dan perlunya melakukan peremajaan visi sebagai pondasi membangun keutuhan rumah tangga.

 “setelah me-refresh visi, langkah berikutnya adalah membangun komunikasi dan meneguhkan chemistry sehingga tercipta imunity. Bagaimana tiap pasangan bisa saling bersinergi dalam potensi. Mari kita ingat lagi, siapa suami/ istri kita sebelum menikah, dan bandingkan dengan sekarang ketika telah menikah. Jika dulu masing-masing begitu produktif, memiliki latar belakang aktivis dengan beragam agendanya, maka setelah menikah seharusnya produktivitas itu makin meningkat. Jangan malah sebaliknya. Produktivitas itu bisa menjadi salah satu parameter berkahnya pernikahan kita,” Katanya

Di akhir acara panitia mengumumkan pemenang lomba foto keluarga. Untuk masing-masing kategori Keluarga dengan usia pernikahan 0-5 tahun dan keluarga dengan usia pernikahan 5,1-10 tahun. (DP/Ind / roh)