Perempuan
26 Mei 2016 | 12:40 wib Home » Perempuan » Detail

Semarang Rawan Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak, Perempuan PKS Bersiap

image

Semarang, PKS Jateng Online - Dengan meningkatkan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Semarang, hingga masuk zona merah untuk Kota dan Kabupaten Se Jawa Tengah, PKS Kota Semarang melalui Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk  Menuju Kota Semarang Sebagai Kota Ramah Anak di MD Building (Kantor) DPD PKS Kota Semarang (23/5).

Untuk membedah masalah ini, PKS mengundang tiga pembicara. Untuk membedah dari sisi Ilmu Hukum PKS mengundang Dr Lita Tyesta Pakar Hukum Undip, yang kedua dari  Kabareskrimum Polda Jawa Tengah dan juga dari sisi kebijakan pemerintah, PKS mengundang Imam Mardjuki selaku Anggota Dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Jalannya diskusi di moderatori oleh Praktisi Pendidikan Mia Innayati.

Dalam diskusi ini, Dr Lita Tyesta mengungkapkan adanya degradasi moral yang semakin lama semakin turun pada generasi-generasi muda, untuk itu pendidikan anak menjadi sangat penting. Disamping itu, anak-anak muda sekarang ini memiliki gejala cosumerisme, sehingga materi menjadi motifasi utama.

“Anak-anak sekarang sudah mulai ada gradatif menurun secara moral, dan juga ada bahaya cosumerisme, kalau saya bertanya kepada mahasiswa saya, mau jadi apa, mereka menjawab ingin menjadi pengacara, tapi kalau ditanya apa sebabnya, mereka menjawab uangnya banyak,” Ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Pihak kepolisian yang dalam hal ini diwakilkan kepada Kabareskrimum Polda mengungkapkan komitmen untuk menindak tegas kepada siapa saja yang melakukan tindak kekerasan kepada anak. Pihak kepolisian siap datang dan melakukan tindakan jika ada aduan dari masyarakat.

“Kami sampaikan nomer telepon saya, jika ada aduan, kami komitmen untuk bisa langsung melakukan tindakan dengan secepatnya,” Ungkapnya.

Disisi kebijakan pemerintah, Imam Mardjuki sekalu anggota dewan dari FPKS menekankan bahwa pentingnya infrastruktur bermain untuk anak. Ia mengatakan, kota ini tidak aman buat anak apabila tidak ada tempat bermain. Adanya Trotoar yang memadai, taman kota dan juga musium gratis untuk tempat belajar anak

“Anak merasa aman apabila anak bisa bermain, bila anak sudah tidak bisa bermain lagi, berarti kota kita tidak aman untuk mereka,” Ungkap Imam.

Diskusi yang berjalan seru ini diikuti oleh perwakilan-perwakilan perempuan dari berbagai partai politik juga kader perempuan di berbagai ormas-ormas. Dengan adanya kegiatan ini, PKS berharap ada langkah bersama untuk mewujudkan Kota Semarang yang lebih ramah dengan anak sehingga kekerasan terhadap anak bisa ditekan.

( Haa / Arka )

Baca Lainnya:

UPDATE

02 Februari 2017 | 13:33 wib

Anda Jomblo? Mau Nikah? Silahkan Beli Hantaran Menarik Karya PKS Kota Semarang ini

Semarang, PKS Jateng Online – Bagi Anda yang jomblo dan hendak merencanakan menikah, pasti membutuhkan hantaran pernikahan.…


01 Februari 2017 | 16:40 wib

Habib Syech Do'akan Yaris Untuk Salatiga Hati Beriman

image Salatiga, PKS Jateng Online - Menjaga keteduhan hati masyarakat Kota Salatiga, masyarakat Kalibening Salatiga menggelar…


01 Februari 2017 | 13:48 wib

Ini Pesan KH Kamal Fauzi Untuk Kader PKS Menjelang Pilkada Serentak 2017

image Semarang, PKS Jateng Online - Memasuki tahun 2017, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah…


30 Januari 2017 | 14:55 wib

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Anak Kader Diajak Main Di Luar

image Semarang, PKS jateng Online – Jiwa kepemimpinan harus ditanamkan sejak kecil,  mengingat berarnya beban yang…


30 Januari 2017 | 14:52 wib

Yaris Bersama Mayarakat Salatiga, Jaga Kesehatan Lestarikan Lingkungan

image Salatiga, PKS Jateng Online - Perhelatan akbar rakyat Kota Salatiga yang tinggal menghitung hari, tak dilepas begitu saja…

© 2014 PKS JATENG ONLINE
Jl. Kelud Utara No.46, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang
Telp. 024-70776373 Fax. 024- Email: info@pksjateng.or.id